Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari berdiskusi dengan Wakil Ketua Tim kunjungan kerja Komisi VII DPR RI Syaikul Islam Ali saat menerima kunker dewan di Kantor Kelurahan Surodinawan, Senin (29/4/2019).

IM.com – Sejak 2016, realisasi sambungan jargas selalu jauh dari jumlah yang diajukan Pemkot Mojokerto. Untuk itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari berharap kebutuhan jaringan gas (Jargas) untuk seluruh rumah tangga di kota segera terpenuhi.

“Jargas ini dapat membantu warga, bisa menghemat pengeluaran biaya rumah tangga, bersih, aman dan ramah lingkungan,” kata Walikota yang akrab disapa Ning Ita, Senin (29/4/2019).

Harapan itu disampaikan Ning Ita saat menenerima kunjungan kerja Komisi VII DPR RI (Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral) di Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Senin (29/4/2019).

Total baru 9 ribu sambungan jargas yang bisa disalurkan untuk rumah warga. Sementara jumlah sambungan jargas yang dibutuhkan sekitar 40 ribu.


“Masih kurang 31 ribu SR, semoga realisasinya dicicil setiap tahun hingga selesai semua. Kota Mojokerto ini kota kecil, tapi sangat padat, tidak membutuhkan investasi yang besar untuk pemasangan jargas,” harapnya.

Ning Ita mengemukakan, pada tahun 2016, pemkot mengusulkan bantuan jaringan gas untuk Kota Mojokerto sejumlah 17.863 sambungan rumah (SR). Tetapi hanya terealisasi 5.000 sambungan rumah di tahun 2017.

Kemudian di tahun 2018, kata Ning Ita, Pemkot mengajukan sebanyak 22.306 sambungan rumah tangga. Lagi-lagi, relisasinya sangat rendah yakni 4.000 sambungan.

“Sebanyak 4 ribu jargas itu akan dipasang tahun ini,” ujar Ning Ita di hadapan Komisi VII DPR RI.

Adapun delapan Kelurahan yang sudah dan akan mendapat sambungan jargas adalah Magersari, Kelurahan Gedongan, Kelurahan Balongsari, Kelurahan Kedundung, Kelurahan Purwotengah, Kelurahan Jagalan, Kelurahan Sentanan dan Kelurahan Mentikan.

Sementara itu Wakil Ketua Tim kunker Syaikul Islam Ali mengamini pernyataan Ning Ita terkait pentingnya jargas bagi masyarakat. Untuk diketahui, program pemasangan jargas sambungan rumah tangga merupakan program andalan dan kontribusi dari Komisi VII DPR RI untuk masyarakat.

“Program ini pengaruhnya sangat besar untuk mendukung diversifikasi energi agar tidak tergantung padu satu energi saja. Kita punya harapan besar bahwa suatu saat bangsa ini semua akan teraliri dengan jargas,” tutur Syaikul. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here