Potongan rekaman kamera CCTV Toko Asyraf Hijab di Jalan Raya Pekukuhan, Mojosari, yang menunjukkan aksi pelaku mendekap meremas payudara karyawati toko dari belakang, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 20.18 WIB.

IM.com – Warga Mojosari, Kabupaten Mojokerto dibikin resah oleh ulah pelaku remas payudara yang kembali marak. Seorang karyawati toko Asyraf Hijab di Jalan Raya Pekukuhan, Kecamatan Mojosari, mengalami trauma setelah menjadi korban aksi tak senonoh lelaki tak dikenal.

Aksi remas payudara ini terekam kamera CCTV di dalam toko Asyraf Hijab, Selasa (30/7/2019) sekitar pukul 20.18 WIB. Saat itu, karyawati tersebut tengah menata jilbab di rak sambal berbincang dengan temannya di dalam toko.

Pada saat itu, korban sempat melihat seorang pria mengenakan celana pendek warna merah, jaket biru dan topi kombinasi hitam-putih masuk ke dalam toko. Sejurus kemudian, pelaku tiba-tiba mendekap dan tangannya memegang seraya meremas korban dari belakang.

Sontak, perbuatan itu membuat korban berusia 19 tahun kaget, namun tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan korban tak mampu bertteriak karena syok, hingga pingsan.


“Kejadiannya sangat cepat, hanya satu menit. Di dalam toko ada saya, korban dan dua karyawati lainnya. Pelaku tiba-tiba saja masuk dan mendekap korban,” kata Septi (25) pemilik toko Asyrah Hijab kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis (1/8/2019).

Septi yang melihat aksi tak senonoh itu kontan berteriak memanggil suaminya yang berada di ruang dalam. Teriakan itu ternyata tak membuat pelaku terlalu panik.

Ia berjalan tenang meninggalkan toko dan kabur sepeda motor jenis Vario warna putih miliknya yang diparkir di depan toko. Suami pemilik toko sejatinya sempat mengejar pelaku dan menendangnya, namun tak menemui sasaran.

“Pelaku mengendarai sepeda motor Honda Vario warna putih kabur ke arah barat (arah Kota Mojokerto),” terangnya.

Septi mengatakan, kondisi korban saat ini mengalami trauma. Sejak kejadian itu, korban tidak pernah masuk kerja.

“Suami saya sudah lapor polisi. Kebetulan ada saudara korban yang menjadi anggota polisi sudah datang ke sini meminta rekaman CCTV,” tutur Septi.

Tetapi, belakangan, keluarga korban tak mau laporan itu ditindaklanjuti. Akhirnya, Septi mendampingi keluarga korban untuk mencabut laporan tersebut.

“Karena mempertimbangkan kondisi korban yang trauma. Bahkan sampai sekarang tidak mau keluar kamar,” ungkap Septi.

Septi menambahkan, aksi kejatahan remas payudara ini sejatinya bukan pertama kali ini terjadi di wilayah Pekukuhan, Mojosari. Ia menyebut, seorang pembeli di apotik dan minimarket yang berada di sekitar toko Aysraf Hijab juga pernah menjadi korban kebejatan pelaku remas payudara.

“Seorang pembeli di apotek sebelah ini dan minimarket di depan (seberang jalan) itu juga pernah jadi korban,” kata pemilik toko, Septi Etika ditemui di lokasi, Kamis (1/8/2019).

Modusnya pun sama. Pelaku masuk dan langsung mendekap dari belakang lalu sem,bari tangannya meremas buah dada korban. Aksi tidak senonoh itu terjadi sekitar sebulan lalu.

“Sekitar sebulan lalu, ada juga kejadian seperti itu di salah satu toko yang berada di Desa Modopuro (Mojosari). Tapi tidak ada satu pun korban yang melaporkannya ke polisi,” ujar Septi.

Tidak pernah ada laporan inilah barangkali yang menjadi salah satu faktor aksi begal payudara tetap marak. Sebab, tidak pernah ada alasan yang membuat pelaku jera dan menghentikan aksi bejatnya.

Salah satu karyawan apotek, Fida (24) menduga, pelaku remas payudara yang terjadinya di tempatnya bekerja dua pekan lalu, sama dengan yang terjadi di toko Asyraf Hijab. Fida menambahkan, saat melakukan aksi bejatnya di apotek, pelaku pura-pura membeli masker dan fresh care.

“Dugaan itu muncul setelah saya dan mbak Septi bercerita tentang ciri-ciri pelaku, ada kesamaan,” terang Fida. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here