Pelaku seorang ibu-ibu berhijab dan mengenakan masker terekam kamera CCTV warga nampak sedang berjalan menghampiri korban di depan Madrasah Ibtidaiyah Almuhsinun, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Kabupaten Mojokerto.

IM.com – Kejahatan gendam (hipnotis) mulai marak terjadi di wilayah Mojokerto. Kali ini, BNF, seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah Almuhsinun, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Kabupaten Mojokerto, yang menjadi korban gendam hingga semua perhiasan yang menempel ditubuhnya dibawa kabur pelaku.

Peristiwa itu terjadi pada saat jam istirahat sekolah. Saat itu, korban sedang keluar lingkungan sekolah untuk membeli jajan.

Aksi pelaku menghampiri korban, mengajaknya bicara hingga mengajak korban pergi terekam kamera CCTV milik warga di sekitar sekolah. Dalam rekaman CCTV itu menjukkan, pelaku terlihat mengendarai sepeda motor matic berhenti di depan sekolah dan menghampiri korban.

Setelah beberapa saat berbicara dengan korban, pelaku yang mengenakan jilbab dan masker kemudian mengajak korban pergi menjauh dari sekolah dengan dibonceng sepeda motor. Ketika sampai di tempat yang agak sepi, pelaku melucuti anting dan cincin yang dipakai korban.


Usai berhasil melucuti seluruh harta, pelaku kemudian mengajak korban kembali ke sekolah dan pergi begitu saja.

Modus pelaku agar tidak dicurigai adalah dengan berpura-pura sebagai kerabat jauh korban. Setelah itu, di tempat yang dikira sepi korban dilucuti perhiasannya.

“Kejadiannya Senin (16/9) lalu. Pas istirahat sekolah. Pelakunya perempuan agak gemuk. Dia berjilbab dan memakai masker,” kata Ketua RW Kelurahan Mentikan, Mardi, Kamis (19/9/2019).

Mardi mengatakan, kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada pihak sekolah dan polisi. Tak hanya itu, dia juga sudah menyosialisasikan kepada warga setempat untuk waspada.

“Kami minta semua hati-hati. Jangan percaya dengan orang yang tidak kenal. Apalagi sampai diajak pergi,” imbaunya.

Beberapa hari lalu, seorang warga di Jalan Masjid, Mojosari, Mojokerto di grup media sosial Mojosari mengaku menjadi korban gendam. Pelaku yang mengaku sebagai petugas Dinas Lingkungan Hidup mendekati korban dan meminjam handphonenya.

Korban percaya pelaku adalah petugas DLH dan meminjamkan HP-nya mengingat kawasan Jalan Masjid saat itu sedang ramai dilakukan pemotongan pohon untuk perbaikan pedestrian. Korban baru menyadari handphonenya telah dirampas setelah pelaku kabur. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here