Suasana Terminal Kertajaya, Selasa siang (24/12/2019) nampak cukup lengang, tidak terjadi lonjakan penumpang jelang perayaan Natal, Rabu besok (25/12/2019). Foto: Martin

IM.com – Suasana Terminal Kertajaya, Mojokerto, terlihat masih cukup lengang hingga H-1 Natal pada Selasa siang  (24/12/2019). Tidak ada lonjakan penumpang signifikan dibanding hari biasa.

Berdasarkan catatan petugas sejak Selasa pukul 00.00 WIB hingga 14.30 WIB, bus AKDP yang masuk ke terminal Kertajaya sebanyak 101 bus sedangkan penumpang sebanyak 5.118. Untuk bus jenis AKAP sebanyak 176 bus, sedangkan penumpang sebanyak 9.388 orang.

“Justru lonjakan penumpang terjadi pada Jumat (20/12/2019) namun tidak sampai terjadi penumpukan. Banyak buruh dari kawasan Ngoro Industri pulang ke asalnya masing–masing melalui terminal Kertajaya,” ujar Yoyok Kristiyo Wahono, Kasi Dalops UPT Pengelolaan Prasarana Perhubungan LLAJ Kabupaten Mojokerto, seperti disampaikan Tohirto Kasatgas Regu B Terminal Kertajaya, Selasa siang (24/12/2019).

Menurut Tohirto, belum adanya lonjakan sampah H-1 Natal lantaran Terminal Kertajaya hanya menjadi transit perlintasan bus antarkota. Walau demikian, pihak Terminal Kertajaya tetap menyiagakan armada bus tambahan selama libur natal dan tahun baru (nataru).

“Untuk mengantisipasi kalau sewaktu-waktu terjadi peningkatan penumpang. Kami akan koordinasi dengan terminal Bungurasih, Sidoarjo untuk mengirimkan armada Damri untuk mengangkut penumpang. Sedangkan dari terminal Kertajaya sendiri sudah disiapkan sejumlah mikro bus untuk antisipasi hal tersebut,” jelasnya.

Tohirto mengatakan, armada bus tambahan itu disediakan hanya untuk tujuan jarak menengah. Seperti Kediri dan Nganjuk.

Imbauan untuk para penumpang yang akan menggunakan armada bus sebagai angkutan liburan Natal 2019 dan tahun baru 2020 (Nataru), tetap waspada terhadap barang bawaaan. Karena ditengarai modus kejahatan yang sering terjadi adalah salah ambil barang bawaan.

“Kami sudah sering menangani kasus salah ambil barang bawaan. Sebenarnya itu hanya modus kejahatan, bukan murni salah ambil. Biasanya pelaku akan membawa sebuah tas berisi barang tidak berharga. Selanjutnya di tengah perjalanan mereka turun dan mengambil barang milik orang lain di bagasi bus. Pemilik barang yang ditukar baru sadar ketika sudah sampai di terminal atau tempat tujuan,” pesannya. (rei/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here