Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto bersama Dandim 0815 CPYJ, Letkol Infanteri Dwi Mawan Sutanto beserta jajaran meninjau pos siaga bencana di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawar Blandong Mojokerto, Senin (6/1/2020).

IM.com – Sejumlah instansi di Mojokerto melakukan mitigasi bencana yang rawan terjadi di enam kecamatan. Polresta Mojokerto turut menerjunkan personel untuk menanggulangi bencana dan korban terdampak.

Satu dari enam kecamatan yang masuk kategori daerah paling rawan bencana memang berada di wilayah hukum Polresta Mojokerto, yakni Kecamatan Dawarblandong.

Lima kecamatan lain yang ditetapkan BPBD Kabupaten Mojokerto sebagai daerah paling rawan bencana alam adalah Kecamatan Ngoro, Trawas, Pacet, Gondang dan Jatirejo. BPBD mengkategorikan enam kecamatan tersebut rawan terjadi longsor, banjir bandang, dan angin puting beliung.

“Kita mendirikan pos siaga bencana. Personel Polri, TNI, Tagana serta semua unsur masyarakat siaga di pos ini,” Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto saat meninjau pos siaga bencana di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawar Blandong Mojokerto, Senin (6/1/2020).

Bogiek menjelaskan, pos siaga bencana tersebut menyiagakan dapur umum, tenda pengungsi dan klinik kesehatan darurat. “Jika terjadi bencana, kita akan cepat menanggulanginya,” ujarnya.

Sementara Dandim 0815 CPYJ, Letkol Infanteri Dwi Mawan Sutanto menyiapkan sekitar 600 prajurit TNI AD untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam. Dwi mengatakan, semua prajurit yang diterjunkan sudah terlatih dan tanggap kebencanaan.

“Kita siapkan semuanya untuk siaga bencana” ujar Dwi. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here