Capture video Mobil Daihatsu Xenia nopol S 1012 SC yang di dalamnya berserakan uang pecahan Rp 100 ribu yang viral di media sosial. Foto kanan: Pemilik mobil dan uang Najb Al Falaq.

IM.com – Pemilik mobil Daihatsu Xenia nopol S 1012 SC, Najb Al Falaq, mengaku hanya iseng memamerkan uang pecahan Rp 100 ribu yang berserakan di dalam kendaraannya. Pendukung pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra itu menepis anggapan bahwa uang tersebut bagian dari money politic.

Najib mengatakan, uang total sekitar Rp 60 juta adalah hasil jerih payah pribadi yang akan dia pergunakan untuk melunasi pembelian rumah. Ia mengaku sudah menyampaikan semua keterangan itu kepada Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

“Saat itu saya iseng-iseng. Karena saya euforia, saya merasa bahagia karena uang saya terbayar dari hasil kerja saya, tidak ada kaitannya sama sekali (Ikbar),” ungkap Najib, Selasa (6/10/2020).

Najib diperiksa Bawaslu Kabupaten Mojokerto pada Senin (5/10/2020) malam. Dalam pemeriksaan selama 1,5 jam, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto itu dicecar 52 pertanyaan.

Pemeriksan ini terkait beredarnya sebuah video yang merekam uang pecahan Rp 100.000 berserakan di dalam mobil viral di media sosial. Video itu menjadi kontroversial karena mobil Xenia S 1012 SG dalam video tersebut banyak coretan terkait paslon nomor urut 1 di Pilkada Kabupaten Mojokerto, Ikfina-Barra (IKBAR). Antara lain bertuliskan “Ikfina dan Gus Barra” dan “Ikbar menang”.

“Video itu direkam teman saya pada Kamis (1/10/2020) lalu. Terus saya bagikan ke grup whatsapp (WA) keluarga dan Tim Pemenangan Ikbar, tapi langsung saya hapus,” ujarnya.

Karena ulahnya itu, Najib mengaku telah mendapat teguran dari Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah yang juga ayah dari Muhammad Al Barra, KH Asep Saifuddin Chalim.

Najib pun tak pernah menyangka jika keisengannya itu justru menjadi viral. Najib mengatakan tidak tahu pihak yang menyebarkan video tersebut.

“Gak nyangka bisa kaya gini karena saya tahunya Jumat (2 Oktober 2020) malam video ini viral entah siapa yang menyebarkan itu,” ujarnya.

Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin tidak bisa menyimpulkan video itu terkait langsung dengan prakitk politik uang oleh tim pemenangan salah satu paslon atau tidak. Menurutnya, pemeriksaan terhadap Najib Al Falaq adalah untuk mengetahui pasti motivasi pemilik mobil memamerkan kepemilikan kendaraan dan apa motifnya membuat video yang mendadak viral.

“Alasannya iseng. Jadi terlepas ini nanti memenuhi unsur pelanggaran atau tidak soal nanti. Pada prinsipnya kami memanggil yang bersangkutan untuk kita mintai keterangan sesuai dengan fakta, dan sedetail mungkin karena ini akan kita tentukan dalam rapat pleno,” paparnya.

Aris menyatakan, Bawaslu akan menggelar rapat pleno untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, hari ini Selasa (6/10/2020).

“Jadi apa yang kita gali malam hari ini, akan di bawa pada meja pleno Bawaslu Kabupaten Mojokerto,” tandasnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here