Dinding penahan jalan cor di Dusun Jembul Lor, Desa Manting, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, ambrol.

IM.com – Tanah pondasi jalan cor di Dusun Jembul Lor, Desa Manting, Kecamatan Jatirejo longsor akibat ambrolnya tembok penahan aliran sungai pada Minggu (1/11/2020) malam. Kondisi ini menyebabkan jalan yang penghubung antar desa itu terancam putus.

Dinding setinggi 3 meter dan panjang 50 meter ambrol terkikis arus sungai yang deras dengan debit air meningkat sejak hujan lebat mengguyur kawasan hulu dalam beberapa hari terakhir. Menurut warga setempat, konstruksi pasangan semen dan batu kali itu ambruk pada Minggu (1/11/2020) sekira pukul 20.00 WIB bersamaan dengan hujan deras selama empat jam.

“Air dari hutan mengalir ke sawah dan ke permukiman penduduk melalui sela-sela plensengan atau dinding sungai di pinggir jalan cor karena gorong-gorong tersumbat sampah,” bebernya.

Warga khawatir, kondisi jalan dengan dinding penahan yang sudah rapuh akan ambles semakin parah. Hal ini dimungkinkan apabila air sungai terus mengikis tanah pondasi jalan.


“Jalan ini menghubungkan Desa Manting dan Desa Jembul bisa terputus. Selain itu, air sungai yang meningkat juga akan lebih cepat masuk ke rumah-rumah warga,” tandasnya.

Kasi Pemdes Manting Yahman (50) mengatakan, telah mengirimkan permohonan resmi ke Kecamatan untuk diteruskan ke Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto. Pihaknya memohon agar kerusakan dinding penahan sungai sepanjang 50 meter dengan ketinggian 3 meter yang terkena ambruk segera diperbaiki.

“Sekarang masih rapat koordinasi untuk membahas solusinya,” tutur Yahman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengakui, ambruknya dinding, penahan jalan di Dusun Jembul Lor, Desa Manting, Kecamatan Jatirejo, itu akibat tidak mampu menahan derasnya arus sungai dengan debit air tinggi. Hal itu menyusul intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kecamatan Jatirejo dan wilayah sekitarnya sejak Minggu.

“Debit air di Sungai Manting mengalami peningkatan sehingga tak mampu menahan lagi. Akibatnya, air di Sungai Manting meluber ke jalan dan menggerus tanah penahan jalan,” ujarnya.

“Panahan jalan di Dusun Jembul Lor, Desa Manting, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto ambrol pada Minggu malam sekira pukul 22.00 WIB. Sebelumnya, pada siang harinya sekira pukul 14.00 WIB hujan deras terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Zaini, jalan di atas dinding penahan yang kian rapuh itu hanya bisa dilewati kendaraan satu arah dengan tanpa muatan. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk mengatasi permasalahan ini.

“Sementara ini, volume dan jenis kendaraan yang melintasi jalan itu dibatasi untuk mencegah agar tidak semakin parah,” ujarnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here