Mobil Jeep Perang Dunia II Mejeng di Sunrise Mall
Jeep Perang Dunia II koleksi komunitas Willyz Mojokerto Club sengaja ditampilkan di pusat perbelanjaan untuk memperingati hari pahlawan

IM.com – Sejumlah mobil Jeep Willys pabrikan merek legendaris Amerika Serikat (AS) mejeng di Grand Atrium Sunrise Mall Kota Mojokerto. Jeep Perang Dunia II koleksi komunitas Willyz Mojokerto Club sengaja ditampilkan di pusat perbelanjaan untuk memperingati hari pahlawan.

Pahlawanku Semangatku even pameran jeep dan motor clasic mendapat dukungan kolektor mobil dan motor Perang Dunia II Willyz Mojokerto Club (WMC) dan MMBC

Selama tiga hari mobil Jeep Willys yang diproduksi Willys Overland Motor Amerika mampu menyedot perhatian pengunjung mall yang berada di Jalan Benteng Pancasila Kota Mojokerto. “Untuk memperingati hari pahlawan, menejemen Sunrise Mall menggelar pameran jeep classic dan MMBC dengan tema Pahlawanku Semangatku berlangsung mulai Jumat 13 hingga Minggu 15 November,” terang Cholis marketing Sunrise Mall.

Even Pahlawanku Semangatku media mengenalkan sejarah bangsa kepada generasi muda perjuangan pahlawan untuk meraih kemerdekaan

Pameran jeep dan motor Perang Dunia II ini, kata Cholis suguhan even edukasi sejarah Bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. “Harapan adanya pameran ini menggugah kembali kepada generasi bangsa untuk ingat selalu jasa pahlawan,” ujar Cholis.

Pameran bernuansa edukasi sejarah kepahlawanan ini mendapat animo pengunjung Sunrise Mall. Mereka banyak yang selfi dengan latar belakang Jeep Willys maupun motor perang. “Even ini bagus untuk mengenalkan generasi muda tentang kisah perjuangan para pahlawan meraih kemerdekaan,” ujar Rudianto warga Perumahan Magersari yang datang bersama putranya berumur belasan tahun.


Pameran jeep clasic dan MMBC ajang temu kangen kolektor jeep dan motor Perang Dunia II

Seperti dalam catatan sejarah, semasa hidupnya Jenderal Sudirman menggunakan jeep willys untuk perang gerilya melawan Belanda jenis Jeep Willys CJ-2A dengan mesin 4 cylinder 2.200 cc.

Wajar jeep willys yang diproduksi selama Perang Dunia II dengan bentuknya yang khas dengan warna hijau army hingga kini tidak tergerus jaman. Apalagi dulu penggunaannya hanya untuk militer saja pada perang dunia kedua. Kini dapat dimiliki siapa saja yang mampu membelinya.

Gozali, Dosen Universitas Mayjen Sungkono sempat mengkoleksi 4 unit mobil Jeep Willyz tahun 1944, 1948 dan 1954. “Kini yang bertahan adalah Jeep Willyz tahun 1944,” tuturnya yang tinggal di Sooko Gang 8 Mojokerto.

Soal perawatan, kata Gozali yang tinggal di Sooko Gang 8, dirinya mengaku rutin tiga hari sekali menghidupkan mesin. “ ya untuk memanasi mesin saja supaya kondisi aqqu tetap bagus termasuk sirkulasi olie dan bahan bakar agar lancar,” tandasnya. (uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here