Benda-benda era Kerajaan Majapahit, kebanyakan berupa uang koin yang berhasil diperoleh pemburu dan kolektor benda kuno, Iwan, dengan mengandalkan metal detector rakitannya sendiri.

IM.com – Seorang warga Kabupaten Mojokerto menggeluti eksplorasi benda-benda era Kerajaan Majapahit. Iwan, nama pria tersebut, berhasil mendapatkan berbagai jenis harta kuno dengan mengandalkan alat metal detector rakitan sendiri.

Dari sekian koleksi Iwan, paling banyak berupa uang koin Gobog yang mencapai 24 kilogram. Sebagian bahkan baru saja diperoleh dari pencarian di areal persawahan warga, kawasan Pacet.

“Koin Gobog ini didapat di persawahan dengan kedalaman 20-60 cm. Sebagian yang baru ditemukan ini belum saya bersihkan, masih utuh dalam kondisi diikiat tali (akar pohon) rawe,” kata Iwan dalam siaran Youtube Mojokerto Channel, Senin (28/12/2020).

Sebagian besar koin Gobog yang ditemukan Iwan merupakan uang dari Dinasti Ming dan Yuan, Tiongkok. Sementara uang asli buatan Majapahit dari hasil eksplorasinya berupa koin emas picis.


(Baca juga: BPCB Trowulan Minta Warga Laporkan Temuan Artefak di Situs Sekarpuro, Ada Imbalan).

Koin picis berbeda dengan logam gobog Dinasti Yuan. Koin tersebut terbuat dari bahan perak dengan sedikit campuran emas dan berukuran lebih kecil daripada uang gobog.

Alat tukar lain yang ditemukan Iwan adalah logam berbentuk stupa. Menurutnya dari penelusuran di internet, jenis logam tersebut digunakan sebagai sebelum munculnya koin picis.

“Koin picis ini yang paling sulit dicari. Selama 2 tahun itu saya hanya dapat empat biji,” ujarnya.

Menurutnya, koin ini banyak tertimbun di kedalaman 20-25 cm. Iwan berhasil mendapatkan lebih banyak picis setelah setelah mempelajari karakteristik penggunaan uang tersebut di zaman dulu.

“Banyak yang saya dapat dari kampung sendiri setelah mempelajari sejaran dan tanya-tanya ke orang-orang tua di sini,” ujarnya.

Iwan menuturkan, uang khas dengan Surya Majapahit itu rupanya juga banyak di temukan di daerah Palembang. Hal itu diketahui dari cerita teman-temannya sesama pemburu dan kolektor benda-benda kuno. (Baca juga: Benda Perbakala Gunung Welirang Dijarah).

“Ini berarti (pengaruh) Majapahit ini sampai ke Palembang. Pada era sebelumnya daerah itu di bawah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya,” ungkapnya.

Ia menceritakan, pernah ada orang asing yang mencoba membeli satu koin picis seharga 5 dolar AS. Namun tawaran itu langsung ditolaknya mentah-mentah.

“Ini sangat mahal, tak ternilai. Misalnya saja, satu benda kecil ini bernilai Rp 1.000 dikalikan berapa tahun sejak era majapahit anggaplah tahun 1350 masehi, ada terpaut 670 tahun. Artinya satu biji ini harganya bisa Rp 670 ribu paling murah, tapi saya memang tidak mau menjualnya,” tuturnya.

Iwan menyatakan, hanya mengoleksi benda-benda tersebut tanpa berniat untuk menjualnya. Alasannya, nilai benda peninggalan Majapahit itu tak ternilai.

“Ingin menujukkan bukti sejarah bahwa Majapahit itu ada, kaya dan pernah berjaya Ini sebagian kecil harta benda yang digunakan di era Majapahit,” tuturnya.

Iwan mengaku sudah 2 tahun melakukan eksplorasi benda-benda peninggalan era kerajaan Majapahit. Selama proses itu, ia sudah blusukan di banyak persawahan, hutan hingga tempat terpencil yang jarang didatangi orang.

Ia mengandalkan peralatan seadanya dalam proses pencarian benda-benda kuno. Salah satu yang khusus yakni metal detector, beberapa diantaranya hasil rakitan sendiri.

“Metal detector rakitan sendiri ini lebih sensitif melakukan deteksi dibanding alat buatan Amerika Serikat,” ucapnya. Untuk diketahui, Iwan juga memiliki alat pendeteksi logam buatan AS.

Dengan peralatan tersebut, praktis benda-benda berbahan logam tak bisa luput dari pantauan Iwan. Selain alat tukar, Iwan juga menemukan banyak benda-benda kuno seperti kaca benggala (cermin era kerajaan), lonceng berbagai ukuran, tusuk konde, fragmen tombak, keris, dan lain-lain. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here