Prasasti Mpu Sindok terbuat dari batu andesit dengan panjang 91 cm, lebar 88 cm, serta tebal 21 cm bertuliskan tahun 852-853 Saka atau 930- 931 Masehi ditemukan di area Situs Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (10/2/2022).

IM.com – Penggalian Situs Gemekan, di Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, disinyalir akan menguak banyak fakta sejarah baru. Salah satunya penemuan prasasti Mpu Sindok yang dapat membuktikan hipotesis Kerajaan Mataram Kuno pernah dipindahkan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur.

Situs Gemekan berada Dusun Kedawung, Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Mojokerto yang masih berada di wilayah Kotaraja Majapahit. Lokasinya tak jauh dari Candi Brahu dan Situs Tribhuwana Tunggadewi.

Keberadaan situs tersebut sesungguhnya sudah teridentifikasi sejak lama, tepatnya pada 1980-an. Kala itu, warga menemukan gundukan tanah yang tidak lazim karena tampak seperti menutupi struktur bangunan kuno.

Namun, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas) baru melakukan kajian serius pada tahun 2016. Kemudian di tahun 2018, tim dari BPCB Jatim menetapkan zonasi situs-situs purbakala di Kawasan Cagar Budaya yang ada di Trowulan, Mojokerto. Situs Gemekan termasuk di dalamnya.


BPCB Jatim baru memulai penggalian pada Senin (7/2/2022) lalu. Kegiatan itu diperkirakan selesai, Sabtu (12/2/2022) besok.

Hingga hari keempat penggalian, tim BPCB berhasil mengungkapkan sejumlah benda terpendam. Penemuan itulah yang memperkuat fakta pernah dipindahkannya Kerajaan Mataram Kuno dari Jateng ke Jatim.

Pertama penemuan prasasti Mpu Sindok, raja terakhir wangsa Sanjaya, dinasti pendiri Mataram Kuno. Benda kuno itu terpotong di bagian bawahnya, terbuat dari batu andesit dengan panjang 91 cm, lebar 88 cm, serta tebal 21 cm.

Terdapat tulisan dengan aksara Jawa Kuno (Kawi) yang memenuhi bagian depan, kiri, kanan dan kanan prasasati. Berdasar tulisan itu diperkirakan piagam kuno tersebut dibuat sekitar tahun  852-853 Saka atau 930- 931 Masehi.

Pamong Ahli Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim, Andi Muhammad Said pun mengatakan, banyak tulisan aksara jawa kuno, bahkan di sisi sampingnya. Menurut Andi, guratan di atas batu 80 cm itu merupakan aksara Jawa kuno.

Arkeolog sekaligus epigraf Puslit Arkenas Titi Surti Nastiti menyebut salah satu tulisan di bagian samping prasasti berisi kutukan. Namun, dia meyakinkan bahwa kutukan ini hanya berlaku bagi yang merusak prasasti tersebut.

Tetapi tim BPCB belum berani memastikan isi dan maksud tulisan pada prasasti tersebut.

“Tulisannya tidak begitu jelas. Untuk isinya apa, angka tahunnya kapan dan oleh raja siapa, nanti ahlinya yang akan menyampaikan,” ungkap Muhammad Ichwan, salah satu arkeolog tim Ekskavasi Situs Gemekan, Jumat (11/2/2022).

Hanya yang jelas, prasasti ini bisadipastikan peninggalan Mpu Sindok. Hal itu dibuktikan dengan penulisan nama lengkap raja ketururanan wangsa Sanjaya itu yakni Sri Maharaja Rake Hino Mpu Sindok Sri Isana Wikramadharmottunggadewa. Tulisan aksara Kawi itu ditafsirkan oleh ahli bahasa Jawa Kuno, Ageng Gumelar Wicaksono, di lokasi Situs Gemekan.

Bukti lain yang memperkuat fakta pemindahan Mataram Kuno ke Jatim adalah ditemukannya struktur candi dan benda-benda kuno lain di Situs Gemekan. Dari penggalian situs muncul kaki candi dengan tangga berada ada di sisi timur.

“Ada penampil dan trap tangga di sisi timur ini tidak seperti bangunan era Majapahit pada umumnya, bisa jadi ini lebih tua. Terdapat dinding keliling membujur dari utara ke selatan panjangnya sekitar 20 meter dan lebar 58 sentimeter,” jelas M Ichwan.

Sejarah menuturkan, Mpu Sindok adalah Raja Kerajaan Mataram Kuno yang memindahkan pusat kekuasaannya dari Jawa Tengah ke Jawa Timur atau disebut Kerajaan Medang. Pemindahan kerajaan itu disebabkan istananya di Jawa Tengah hancur akibat letusan Gunung Merapi. Menurut para pujangga, bencana tersebut dianggap sebagai pralaya atau kehancuran dunia.

Sesuai landasan kosmogonis maka haruslah dibangun kerajaan baru yang diperintah wangsa baru pula. Atas pertimbangan itulah, pemindahan Kerajaan Mataram Kuni sekaligus menandai berakhirnya Wangsa Sanjaya dan lahirnya Dinasti Isyana atau Isana yang didirikan Mpu Sindok pada tahun 929 Masehi.

Berdasar Prasasti Turyan, setelah pindah ke Jawa Timur, Ibukota Kerajaan Mataram Kuno Jawa Timur berada di Tamwlang, daerah yang saat ini ada di Kabupaten Jombang. Daerah ini hanya beberapa kilometer dari lokasi situs Gemekan, Kecamatan Sooko, Mojokerto.

Di istana baru itu, Mpu Sindok dinobatkan sebagai Raja Mataram Kuno dan berkuasa hingga 947 M dengan gelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmottunggadewa. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here