Warga gotong-royong bersih-bersih material usai banjir bandang di Dusun/Desa Kalikatir Kecamatan Gondang,, tahun 2017.

IM.com – Tiga desa di Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto dikategorikan rawan bencana tanah longsor. Tingkat kerawanan itu meningkat di saat curah hujan tinggi yang berlangsung di Bumi Majapahit dalam beberapa hari terakhir.

Berdasar perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang-lebat masih akan terjadi Kabupaten Mojokerto. Hujan itu disertai terpaan angin cukup kencang yang menyebabkan suhu udara menjadi lebih dingin dari biasanya.

Kondisi cuaca tersebut membahayakan bagi tiga desa yang berstatus rawan longsor. Status yang mengacu hasil pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dan Institut Teknologi 10 November (ITS) disebabkan alih fungsi lahan di tiga desa.

Adapun tiga desa di Kecamatan Gondang yang berstatus rawan longsor yakni Desa Dilem, Begagan Limo dan Desa Kalikatir. (Baca: TNI Perbaiki Tandon Air Pasca Banjir Bandang Kalikatir).

“Di Gondang itu spesialis, satu kecamatan tiga Desa kita bentuk Desa Tangguh Bencana. Disana ada alih fungsi lahan yang beratus-ratus hektar yang dulunya hutan sekarang menjadi bangunan-bangunan itu. Sehingga setiap hujan bisa longsor itu,”  terang Kepala BPBD kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini.

Sebagai daerah geografis dataran tinggi, seperti pegunungan Welirang atau perbukitan kawasan Trawas dan Pacet, potensi ancaman tanah longsor di tiga desa tersebut sangat serius. BPBD Mojokerto sudah memasang papan peringatan yang di pasang di sejumlah titik rawan sebagai peringatan dan antisipasi kepada warga sekitar.

“Kita pasang papan papan peringatan dan sebagainya, sebagai antisipasi kami,” tutur Zaini.

BPBD akan meningkatkan kapasitas relawan melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana. Sebanyak 50 desa rawan akan dijadikan Desa Tangguh bencana (Destana)

“Disamping itu kita juga memberdayakan Perempuan tangguh, Sekolah aman bencana, Tempat peribadatan aman bencana dan Keluarga aman bencana,” tutupnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here