Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Albarra didaulat sebagai kader kehormatan PAN untuk memuluskan skenario Ketua Umum Zulkifli Hasan dan petinggi PAN lain mencalonkannya sebagai calon bupati di Pilkada serentak 2024.

IM.com – Elit Partai Amanat Nasional mulai turun ke daerah untuk persiapan menghadapi tahun politik Pemilu dan Pilkada serentak 2024. Selain konsolidasi, pimpinan parpol berlambang matahari putih itu juga memantau tokoh dan kadernya yang berpotensi diorbitkan menjadi bakal calon kepala daerah.

Mojokerto Raya menjadi tujuan konsolidasi politik Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan beserta jajaran elit partainya. Rombongan petinggi PAN menghadiri acara Musyawarah Ranting (Musran) DPD PAN Kabupaten Mojokerto di Ponpes Amanatul Umah Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan menegaskan partainya tidak menutup kemungkinan mengusung Muhammad Albarra pada Pilkada Kabupaten Mojokerto 2024 nanti. Ia menilai, putra pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim itu yang kini menjabat Wakil Bupati itu merupakan tokoh muda potensial yang layak menjadi pemimpin.

“Saya rasa Gus Barra ini lebih pantas dan layak memimpin Kabupaten Mojokerto. Karena itu tak bisa ditawar lagi, saya bersama kader PAN akan berjuang agar Gus Barra bisa terpilih menjadi Bupati Mojokerto,” kata Zulkifli Hasan dihadapan puluhan wartawan yang mewancarainya usai acara Musran DPD PAN Kabupaten Mojokerto.


Sebagai langkah awal untuk menunjukkan dukungannya, Zulkifli Hasan, mengangkat Gus Barra sebagai kader istimewa PAN. Penobatan ditandai pemakaian atribut khas PAN, jas biru berlogo matahari putih kepada alumni Al Azhar Mesir kelahiran Surabaya 35 tahun silam tersebut.

Prosesi penyematan baju seragam PAN ini berlangsung sangat istimewa karena yang memakaikan baju partai tersebut adalah Desi Ratna Sari, artis kondang pendendang lagu tenda biru yang kini menjadi anggota DPR RI. Selanjutya, Zulkifli berjanji akan terus memantau perkembangan Gus Barra dan dinamika politik di Mojokerto hingga 2024 nanti.

“Kita mengawal perkembangannya, setidaknya tiga bulan sekali saya pribadi akan datang ke Mojokerto,” ujarnya.

Bukan hanya kabupaten, PAN juga tengah menimang kandidat potensial untuk running di Pilkada Kota Mojokerto. Untuk Pilwali iKota Onde-Onde, Bang Zul, panggilan akrab Zulkifli, memprioritaskan kader sendiri untuk maju.

“Kita juga akan menyiapkan calon untuk Kota Mojokerto, karena kita punya banyak kader terbaik,” tegasnya.

Namun demikian, PAN tetap membuka pintu lebar bagi tokoh di luar partai yang potensial untuk dipinang sebagai bacawali atau bacawawali. Bahkan beberapa kader PAN di Mojokerto mengisyaratkan tidak menutup kemungkinan adik Gus Barra yang juga berkompeten dan berintegritas bakal dipinang partainya sebagai bacawali atau bacawawali.

“Kalo untuk Kabupaten sudah jelas Gus Bara yang dijagokan, untuk calon Walikota mungkin saja juga diambilkan dari keluarga Yai Asep, karena Gus Bara juga masih punya adik yang kemampuanya juga tidak kalah dengan kakaknya,” kasak-kusuk sejumlah kader di acara Musran DPD PAN Kabupaten Mojokerto.

Agenda Musran digelar di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkuat konsolidasi ranting-ranting dalam menyogsong Pemilu Legislatif 2024 dan Pilkada serentak.

“Hari ini pengurus ranting yang hadir ada sekitar 80 persen. Kita berproses untuk bisa menyempurnakan kekurangan 20 persen ini agar makin solid dan besar lagi suara PAN Kabupaten Mojokerto nanti. Yang terpenting Musran hari ini adalah Musran paling istimewa karena dihadiri langsung oleh Bang Zul Ketua Umum PAN. Beserta jajaran pengurus DPP lainya,” ujar Ketua DPD PAN Kabupaten Mojokerto Muhammad Santoso. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here