Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Lily Nurlaily.

IM.com – Dinas Kesehatan Kota Mojokerto memeriksa kondisi calon jamaah haji. Sembilan dari 139 CJH tahun 2022 tidak hadir dalam proses skrining kesehatan karena beberapa alasan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Lily Nurlaily menjelaskan, satu CJH yang tidak menjalani pemeriksaan masih berada di luar negeri. Sedangkan delapan orang lain belum saatnya melakukan vaksinasi meningitis.

“Pemeriksaannya sendiri itu meliputi pemeriksaan fisik kemudian juga penunjang. Vaksinasi meningitis juga dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Lily menambahkan, pemeriksaan penunjang yang dilakukan oleh para CJH adalah dengan pemeriksaan laboratorium. Seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan itu, lanjutnya, mengacu pada ketentuan Kemenkes RI.


“Pemeriksaan laboratorium ini mendeteksi apakah CJH ada diabetes jadi kita lakukan pemeriksaan gula darah, pemeriksaan kolesterol, pemeriksaan fungsi ginjal, ditambah pemeriksaan rontgen. Dan untuk CJH yang usianya lebih dari 40 tahun juga dilakukan pemeriksaan EKG atau rekam jantung,” jelas Lily.

Lily menerangkan bahwa dari CJH yang telah melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang ditemukan 62 orang memiliki risiko tinggi (risti) dan 77 sisanya adalah non risti. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap CJH risti terdapat bermacam variasi.

Adapun kondisi kesehatan CJH yang paling banyak ditemukan adalah permasalahan terkait jantung yang selanjutnya akan dilakukan rujukan ke RSU. Selanjutnya, setiap CHJ melakukan kontrol ke puskesmas.

“Setelah itu nanti keberangkatan ada di asrama haji juga akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang ada embarkasi,” ujarnya. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here