Sebanyak 78 pejabat struktural dilantik langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di kawasan Tugu “SA”, Puncak Gunung Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah,

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kota Mojokerto menutup tahun 2025 dengan melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran terhadap aparatur sipil negara (ASN).

Sebanyak 78 pejabat struktural dilantik langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di kawasan Tugu “SA”, Puncak Gunung Tidar, Kota Magelang, Jawa Tengah, Rabu (31/12/2025).

‎Mutasi tersebut mencakup 9 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II), 35 pejabat administrator, serta 34 pejabat pengawas. Pelantikan ini menjadi gerbong mutasi ketiga pada periode kedua kepemimpinan Wali Kota Ika.

‎Sembilan pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik antara lain Dwi Purwoko, SH MH sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah; Fibriyanti, S.Sos, M.Si sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; serta Ir Endah Supriyani, ST, MT sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

‎Selain itu, Ary Setiawan, S.STP, M.Si dipercaya memimpin Satuan Polisi Pamong Praja; Mochamad Hekamarta Fanani, S.STP, M.Si sebagai Kepala Dinas Perhubungan; dr. Achmad Rheza, Sp.OG, Subsp.F.E.R sebagai Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana; serta drg. Citra Mayangsari, M.Kes sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Dua pejabat lainnya dilantik sebagai staf ahli wali kota.

‎Dalam sambutannya, wali kota menjelaskan pemilihan Puncak Tidar bukan tanpa alasan. Menurutnya, Tugu “SA” memiliki nilai historis dan filosofis yang kuat dalam membangun kesadaran kepemimpinan dan pengabdian.

‎“Tugu ‘SA’ merupakan simbol keteguhan, keseimbangan, dan tanggung jawab moral seorang pemimpin. Aksara ‘SA’ dimaknai sebagai Pancasila Sangga Satya Satria, sekaligus pesan kerendahan hati untuk berani mengakui kekeliruan demi kepentingan rakyat,” ujar Wali Kota Ika.

‎Ia menambahkan, sebagai simbol paku Tanah Jawa, Tugu SA menjadi pengingat arah pengabdian aparatur negara agar tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan etika pelayanan publik.

‎Melalui pelantikan tersebut, wali kota berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjadikan momentum ini sebagai tonggak komitmen untuk menjaga amanah jabatan, bekerja profesional, dan mengabdikan diri sepenuh hati bagi masyarakat serta kemajuan Kota Mojokerto.

‎Terkait proses mutasi, dia menegaskan bahwa pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama telah melalui uji kompetensi dan memperoleh rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sementara mutasi pejabat administrator dan pengawas juga dilaksanakan berdasarkan rekomendasi resmi BKN sebagai dasar hukum dan teknis.

‎“Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta mendukung visi Kota Mojokerto yang maju, berdaya saing, sejahtera, dan berkelanjutan,” tegasnya.

‎Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Puncak Tidar sebagai lokasi pelantikan pejabat Pemkot Mojokerto.

‎“Ini kehormatan bagi kami. Dari Kota Mojokerto, Jawa Timur, rawuh ke Kota Magelang untuk melaksanakan prosesi yang sakral di Puncak Tidar,” ucap Damar.
‎Ia menilai pelantikan tersebut memberi inspirasi bagi daerah lain.

‎Menurutnya Damar, beberapa daerah dari luar Pulau Jawa mulai melirik Puncak Tidar sebagai lokasi pelantikan pejabat.

‎“Gunung Tidar yang historikalnya kuat kini menjadi destinasi baru pelantikan pejabat di berbagai daerah di Indonesia. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Magelang,” pungkasnya. (kim)

121

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini