Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra didampingi Kepala DPUPR Yuni Laili Faizah meninjau proses pelebaran Jalan Panjer–Seduri, Kecamatan Mojosari, untuk memperlancar akses ekonomi, pendidikan, dan mengurai kemacetan, Senin (2/11/2026).

inilahmojokerto.com – Pelebaran Jalan Panjer–Seduri di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, menjadi salah satu upaya pemerintah daerah memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas perekonomian.

Ruas jalan yang sebelumnya hanya selebar 4 meter kini diperlebar menjadi 6 hingga 7 meter untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan akses menuju pasar serta sekolah.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra meninjau langsung perkembangan pekerjaan tersebut, Senin (2/11/2026) pagi. Pelebaran jalan ini dinilai strategis karena menjadi jalur aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju Pasar Mojosari, MTsN 1 Mojokerto, dan SMAN 1 Mojosari.

Menurut Al Barra, peningkatan kapasitas jalan tidak hanya ditujukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan, tetapi juga memperlancar kegiatan ekonomi dan mendukung mobilitas pelajar.

“Pelebaran jalan ini adalah untuk mengurai kemacetan yang ada di Mojosari, sekaligus akses untuk menuju sekolahan, jadi menunjang pendidikan, juga akses menuju pasar Mojosari, jadi menunjang pula perekonomian,” ujarnya saat meninjau lokasi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah.

Proyek pelebaran Jalan Panjer–Seduri direncanakan mencapai panjang sekitar 1,4 kilometer dan dibagi dalam dua tahap pengerjaan.

Pada tahap pertama yang berlangsung sejak 4 Juni hingga 31 Oktober 2026, pekerjaan telah mencakup sekitar 680 meter. Sementara sisa ruas sepanjang lebih dari 700 meter ditargetkan dilanjutkan pada awal 2027.

Al Barra mengatakan, pemerintah daerah akan menyiapkan proses lelang agar pekerjaan tahap kedua dapat segera dilaksanakan.

“Jalan Panjer–Seduri ini dilebarkan sepanjang 1,4 kilometer. Nanti sisanya di tahun 2027 awal, kita bisa langsung lelang untuk mengerjakan kurangnya 700 meter lebih ini. Nanti kita selesaikan dan sempurnakan,” katanya.

Penyelesaian seluruh ruas diharapkan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain meningkatkan kelancaran lalu lintas, kapasitas jalan yang lebih memadai dapat mendukung distribusi barang, aktivitas perdagangan, serta akses masyarakat menuju fasilitas pendidikan.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati juga menyampaikan rencana pembangunan infrastruktur lain di wilayah Mojosari, yakni revitalisasi Jembatan Turi di Desa Leminggir. Jembatan tersebut merupakan jalur penghubung Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Sidoarjo.

Pembangunan jembatan itu direncanakan mulai 11 November 2026 dengan dukungan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum sekitar Rp74 miliar hingga Rp75 miliar.

Dua proyek infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas wilayah Mojokerto. Peningkatan akses jalan dan jembatan diharapkan dapat memperlancar pergerakan masyarakat, memperkuat hubungan antardaerah, serta menunjang pertumbuhan ekonomi.

20

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini