
IM.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melaksanakan program pelatihan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI). Kegiatan ini diikuti seluruh kader Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Kecamatan Jatirejo.
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menjelaskan, pelatihan PAAREDI sebagai upaya Pemkab Mojokerto untuk mewujudkan generasi muda yang berkualitas. Terutama, dalam menghadapi tantangan di era digitalisasi saat ini.
Ikfina menerangkan, era digitalisasi mengalami transformasi yang sangat cepat. Melihat fenomena itu, maka masyarakat dituntut untuk meningkatkan kemampuan literasi digitalnya dan memanfaatkan peluang digital dengan baik.
Menurutnya, setiap kemajuan teknologi harus direspon dengan positif. Ia mengatakan, masyarakat harus memahami literasi digital dan etika dalam aktivitas di dunia maya ini.
“Karena dengan itu masyarakat dapat mematuhi aturan yang berlaku dalam berdigital. Dunia digital memiliki dampak negatif yang begitu besar, terutama terhadap anak,” jelasnya, Senin (24/7/2023).
Adapun dampak negatif digitalisasi tersebut, lanjut Ikfina, dapat mendorong anak untuk melakukan hal yang melampaui usianya. Salah satunya yakni adanya kasus pernikahan anak usia dini.
Untuk mengatasi hal tersebut dalam dunia digitalisasi, perlu adanya penerapan prinsip pengasuhan secara baik dan benar mengasuh anak dan remaja. Antara lain dengan cara menerima, menghargai, menguatkan, menjaga dan melindungi anak.
“Orang tua juga wajib melindungi anaknya, baik secara fisik maupun ketika anak berada di dunia digital. Maka di sini peran sebagai orang tua sangat penting dalam mengarahkan anaknya untuk menciptakan dan menemukan jati diri anak,” ujarnya. (im)