
inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Pernahkah engkau melihat hiu? Ia hidup di samudera dan sangat indah. Wajahnya berbintik-bintik dan tubuhnya yang halus meruncing sampai ke ekor dengan dua ujung ekornya yang tajam.
Hiu bergerak pelan di air dengan mengibas-kibaskan ekor dan kepalanya. Seluruh tubuh dan caranya berenang mempunyai jenis keindahan tertentu.
Tetapi, duhai cucu-cucuku, makhluk yang indah ini sangat berbahaya bagi makhluk-makhluk lainnya. Kadangkala disebut harimau laut, karena ketika mencium bau darah, maka ia akan mencarinya. Gigi-gigi hiu yang tajam dapat memotong dengan tepat seperti pedang.
Gigi atas dan bawahnya seimbang, bersambung ketika gigi itu bertemu, dan ini memungkinkan hiu menangkap mangsanya dengan cepat. Jadi, jangan tertarik keindahan hiu itu, karena kalau engkau dekatkan tanganmu, untuk menyentuhnya, ia akan memakanmu!
Kasihku padamu, cucu-cucuku. Apakah engkau juga memperhatikan keindahan tertentu pada manusia? Jangan menginginkan apa pun tentang itu. Jangan terpesona dengan tubuh manusia, karena tubuh manusia menjadi suatu bahaya yang menyeramkan bagi kehidupanmu.
Jika engkau memilih hiu-manusiawimu, maka ia juga akan menerkammu. Jika engkau membayangkan pada keindahan fisik dan mempercayainya, hiu itu akan mencium pesona dan sifat-sifatmu kemudian menerkammu, menerkam kehidupanmu, rumahmu, emas dan hartamu, dan bahkan menerkam sapi-sapi dan lembumu. Ia akan mengelilingi mangsanya, kemudian menyerang, menyergap dan menangkap yang ia dapat.
Jadi jangan mengejar keindahan semacam itu atau berkeinginan terhadap sesuatu yang indah.
Ingat, jika engkau hanyut pada keindahan manusia, hidupmu akan berada dalam bahaya. Kepala, tangan, kaki, dan organ tubuhmu yang lain diluluhlantakkan dalam perutnya. Renungkan tentang hal ini!
Kasihku padamu, cucu-cucuku. Manusia adalah sebaik-baik ciptaan dari seluruh makhluk Tuhan. Di dalam dirinya ada keindahan khusus, yakni keindahan sifat Tuhan, kedamaian dan kepuasan-Nya, cinta-Nya, kesabaran, kesabaran batin, kearifan, dan sifat-sifat kasih dari sembilan puluh sembilan tindakan dan tugas-Nya, wilayah-wilayah-Nya.
Keindahan manusia bukanlah pada bagian luarnya. Keindahan itu tersembunyi di dalam dirinya dan tampak melalui tindakan-tindakannya, sifat-sifat, perilaku, dan cintanya. Inilah suatu keindahan yang bersinar, yakni suatu keindahan sejati yang mencakup seluruh hal dengan cinta dan tidak pernah melukai dan membunuh kehidupan apa pun.
Segala hal akan setia pada keindahan itu, berserah kepadanya, dan menyatu dengannya.
Ketika engkau lihat keindahan itu dan pergi bersamanya, maka engkau akan meninggalkan tubuhmu dan ruh dasarmu, dan engkau akan mencapai keadaan ridha dan damai. Engkau akan hidup tanpa duka, tanpa kelahiran atau kematian.
Cucu-cucuku, dalam kehidupanmu ini carilah keindahan batin saja. Berusahalah mewujudkannya. Hindari dari keterpikatan terhadap keindahan luar (lahiriah). Baik keindahan hiu maupun keindahan luar dari manusia hanyalah keindahan hasrat, kecintaan, ilusi, ras, agama, warna kulit, dan harta.
Jika engkau terpesona oleh keindahan palsu dan mengejarnya, maka kehidupanmu, kebajikanmu, cinta, kesetiaan, dan keyakinanmu, serta sifat-sifat, dan tindakan-tindakan Tuhan, semuanya akan berada dalam keadaan bahaya.
Kasihku padamu, cucu-cucuku. Jika engkau lihat keindahan sejati dan pergi bersamanya, maka akan menjadi suatu keajaiban besar, yang akan membawamu pada kekayaan yang benar-benar melimpah.
Pikirkan tentang hal ini, sadarlah, dan pahamilah tentangnya. Di dunia kegelapan, nyalakan lampu kebajikan dan lanjutkan perjalananmu. Perbuatan itu baik. Inilah cara untuk membebaskan diri. Kasihku padamu, cucu-cucuku. Semoga Tuhan menolongmu. Semoga Dia memberimu rahmat dan ridha-Nya. Amin.
Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.4
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen











































