Pada saatnya akan tiba manakala kehidupan kita akan berguguran seperti daun-daun yang jatuh dari pepohonan. Kemudian kita akan pergi sendiri-sendiri dan menjawab pertanyaan Tuhan.

inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku, putra-putriku, saudara-saudaraku. Kemarilah, marilah kita berjalan di semak belukar pepohonan itu!

Di musim panas yang lalu, daun pepohonan itu menghijau dan sangat indah, tetapi ketika musim gugur tiba, daun-daunnya berubah keemasan, oranye, dan merah. Sekarang musim dingin, dan ranting-rantingnya merangas semua. Kemarilah, sentuhlah pohon ini dan lihat betapa dinginnya. Pohon ini serasa mati.

Anak-anakku, pohon merupakan salah satu contoh dari Tuhan untuk mengajari kita tentang kehidupan. Kita mempunyai batas, seperti daun-daun itu. Betapapun bagusnya atau termasyhurnya kita maupun tingginya kehormatan yang kita miliki, saatnya akan tiba ketika kehidupan kita akan jatuh seperti daun-daun yang berguguran dari pohon.

Kita akan meninggalkan segalanya dan tinggal sendirian, tanpa memiliki apa-apa, telanjang, dan dalam keadaan tertekan, tanpa pertolongan seseorang.

Pada saat kematian kita, ketika Malaikat Izra’il a.s. datang menemui kita, dan pada Hari Penghisaban, tidak seorang pun di sini yang akan menolong, tidak juga anak-anak, kaum-kerabat, kedua orangtua, dan juga paman maupun bibi kita. Kita akan pergi sendiri dan menjawab pertanyaan Tuhan. Kemudian kita akan pergi ke neraka atau ke surga.

Ini akan terjadi pada semua manusia di suatu hari nanti.

Anak-anakku, seperti halnya daun-daun yang jatuh berguguran dari pohon, kita semua pada suatu hari nanti pasti akan pergi. Relasi-relasi kita dari dunia ini tidak akan pergi bersama kita, tetapi hanya relasi-relasi sejati kita-lah yang akan pergi.

Siapakah relasi-relasi sejati kita itu? Tuhan, kebaikan-Nya, kebenaran, keadilan, dan kejujuran-Nya, kesadaran dan kesabaran.

Relasi-relasi ini akan memberi kita kedamaian dan ketenangan serta menunjukkan cinta kepada kita. Hanya hubungan kita dengan Tuhan inilah yang menolong kita, saat ini atau kelak nanti.

Ketika segalanya jatuh sebagaimana pohon yang gundul sesudah daun-daunnya berguguran, jiwa akan tinggal sendirian, dan tidak dapat dihancurkan. Kemudian semua kekasih Tuhan, rasul-rasul-Nya, nabi-nabi-Nya dan sahabat-sahabat, cahaya dan para [wali] quthb-Nya akan datang menemui kita. Mereka akan menjadi kerabat kita.

Kita harus mengokohkan hubungan sejati itu saat masih berada di dunia ini. Kita harus menemukan kasih dan kepercayaan di sini. Jika kita melakukannya, maka layaknya pohon yang bersemi kembali di musim semi, jiwa kita akan menemukan kebebasan.

Kalian harus tahu, cucu-cucuku. Kalian harus mencarinya demi fitrah dan kekayaan jiwamu. Jika engkau mencarinya sekarang, maka jiwamu akan bahagia di hari mendatang. Maka engkau memperoleh kebahagiaan di dunía ini dan dunia mendatang.

Kasihku padamu, cucu-cucuku. Renungkanlah tentang hal ini!

 

Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.4
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen

8

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini