
inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Kemarilah, lihatlah ke angkasa. Tahukah engkau dari mana hujan datang? Air dari bumi diserap oleh langit. Ia dikumpulkan menjadi awan dan kemudian kembali ke bumi dalam bentuk hujan.
Tetapi, ini hanya terjadi secara umum. Engkau tidak dapat menggantungkan diri pada hujan. Sebagai contoh, engkau selalu membutuhkan air untuk minum, bukan? Tapi dapatkah engkau mengumpulkan air hujan yang jatuh dari atas? Akankah memandang ke langit itu memuaskan dahagamu? Tidak, tidak selalu terjadi hujan ketika engkau dahaga.
Engkau tidak bisa mengharapkan air jatuh dari angkasa tepat ketika engkau menginginkannya. Jika engkau berdiri di sini menanti turunnya hujan, engkau tidak akan pernah dapat memuaskan dahagamu. Engkau akan berakhir dengan berguling-guling dalam kekotoran dan engkau akan mati.
Sekarang lihatlah bumi, cucu-cucuku. Selalu ada air di bumi. Jika engkau menggali sumber air dan menemukan mata air, maka engkau dapat meminum berapa pun yang engkau ingini, kapan pun engkau menginginkannya.
Oleh karena itu, jangan memandang ke langit. Engkau harus berusaha dan menggali sedalam-dalamnya bumi untuk mendapatkan air.
Seperti ini, cucu-cucuku, engkau tidak akan pernah menghilangkan dahaga jiwamu hanya dengan memandang Tuhan, sembari mengatakan, “Tuhan ada di sini. Dia akan menyediakan.”
Tuhan memang Ada dan Dia akan membantu pada waktu yang tepat, tapi engkau harus mengusahakannya. Engkau harus berusaha.
Seperti uap air dari bumi yang diserap oleh langit dan jatuh kembali menjadi hujan, Tuhan mengambil apa yang engkau punyai dan mengembalikan lagi kepadamu. Apa pun sifat-sifatmu akan kembali padamu. Jika engkau mengumpulkan sifat-sifat neraka, itulah apa yang akan engkau dapatkan kembali (di neraka).
Tetapi, cucu-cucuku, jika engkau mengumpulkan sifat-sifat surga, engkau akan menerima surga. Jika engkau mengumpulkan kebajikan dan semua sifat-sifat baik dalam dirimu dan berbuat sesuai dengan hati nuranimu, Tuhan akan membuat sifat-sifat itu menjadi lebih cantik dengan cahaya-Nya.
Dia akan mengubahnya menjadi kebebasan jiwa, dan menjadikannya hujan yang turun untukmu. Tuhan akan mengambil apa yang engkau punyai dan mengubahnya menjadi sesuatu yang jauh lebih besar, sesuatu yang lebih bernilai. Dia akan membuat itu sempurna dan mengembalikannya kepadamu.
Ada Tuhan. Dia berada di segala tempat, tetapi engkau harus menggali sedalam-dalamnya dalam dirimu dan menemukan-Nya di sana. Semua tindakan-Nya harus merasuk ke dalam dirimu. Berikutnya engkau akan mendapatkan kekayaan rahmat.
Dengan demikian, anak-anak, jangan mempertahankan pikiran, “Tuhan akan melakukannya. Tuhan akan menyediakan.” Adalah suatu kebodohan bila memandang ke angkasa dan berpikir, “Aku tidak harus melakukan apa pun. Segala sesuatu akan datang sendiri.” Tidak ada keuntungan berpikir seperti itu.
Kasihku padamu cucu-cucuku. Renungkan tentang hal ini. Pikirkan tentang perbuatan yang harus engkau kerjakan. Jangan melihat ke angkasa, lihat ke dalam dirimu sendiri. Segala sesuatu yang ada dalam dirimu, seperti air yang ada dalam bumi. Kasihku padamu cucu-cucuku. Engkau harus memahami ini!
Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.4
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen





































