Monitoring ketersediaan energi di Kota Tarakan dalam kondisi aman dan terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

inilahmojokerto.com — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan energi di Kota Tarakan dalam kondisi aman dan terkendali selama Ramadan hingga Idulfitri 2026.

Kepastian ini disampaikan usai kegiatan monitoring yang melibatkan SKK Migas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, serta pemerintah daerah.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menegaskan stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) mencukupi, dengan distribusi yang berjalan lancar di lapangan.

“Seluruh distribusi terkonfirmasi aman dan masyarakat tidak mengalami kendala,” ujarnya.

Selain BBM dan LPG, jaringan gas kota (jargas) yang dikelola PGN turut menjadi tulang punggung energi rumah tangga.

Saat ini, jargas telah melayani sekitar 34.145 sambungan rumah di Tarakan dengan aliran yang stabil.

Dari sisi biaya, penggunaan jargas dinilai lebih efisien, dengan pengeluaran rata-rata Rp 25.000 hingga Rp 75.000 per bulan. Angka tersebut lebih hemat dibandingkan LPG, baik subsidi maupun non-subsidi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tarakan, Ajat Jatnika, mengusulkan penambahan sekitar 10.000 sambungan jargas baru di dua kelurahan yang belum terlayani.

Ia berharap cakupan layanan dapat mencapai 100 persen melalui dukungan pemerintah pusat.

Sementara itu, General Manager SOR III PGN, Hedi Hedianto, menegaskan komitmen perusahaan menjaga keandalan distribusi serta mendukung pengembangan jargas di Tarakan.

Monitoring juga mencakup kunjungan ke pelanggan, yang menyatakan kepuasan atas layanan gas yang stabil dan berkelanjutan. (kim)

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini