
inilahmojokerto.com – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, dihentikan sementara setelah dapur tempat pengolahan makanan tersebut dilanda ledakan pada Kamis (13/8/2026) malam.
Penghentian operasional dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan ini diambil setelah ledakan menyebabkan sejumlah bagian bangunan dapur SPPG mengalami kerusakan cukup parah.
Kepala SPPG Medali, Geroldy Larung Kondo, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan kegiatan operasional akan kembali berjalan. Terlebih, penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
“Untuk kejadiannya biar pihak berwenang yang menginvestigasi. Ada CCTV, nanti bisa diperiksa,” kata Geroldy.
Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, sejumlah relawan tengah berada di lokasi untuk menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak.
Di lokasi juga terdapat tiga teknisi yang sedang melakukan perbaikan instalasi gas LPG. Sebelumnya, ditemukan masalah berupa sumbatan pada saluran gas sehingga teknisi kembali datang untuk melakukan perbaikan.
“Iya memang ada perbaikan tabung gas. Aslinya tidak rusak, tapi kemarin malam datang lagi untuk membetulkan. Ada sumbatan di gas,” ujarnya.
Ledakan tersebut menyebabkan lima orang menjadi korban. Tiga di antaranya merupakan teknisi yang sedang melakukan perbaikan instalasi gas.
Ketiga teknisi tersebut yakni Edy Suyanto, Kwin Lan dan Piter Nando. Mereka mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan berbeda.
Edy mengalami luka bakar sekitar 90 persen dan telah dirujuk dari Rumah Sakit Gatoel, Kota Mojokerto, ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara Kwin Lan masih menjalani perawatan di RS Gatoel dengan luka bakar sekitar 45 persen.
Adapun Piter Nando mendapatkan perawatan intensif di RSI Sakinah. Ia mengalami luka bakar sekitar 65 persen dan direncanakan mendapat rujukan ke rumah sakit tipe A.
Selain tiga teknisi, dua relawan SPPG, Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33), juga mengalami luka akibat ledakan.
Keduanya sempat mendapatkan perawatan di RSI Sakinah. Namun, kondisi mereka membaik sehingga diperbolehkan pulang.
Kedua relawan warga Desa Medali itu mengalami luka ringan pada bagian kepala dan tangan. Meski menjalani rawat jalan, kondisi mereka tetap akan dipantau tenaga kesehatan Puskesmas Puri melalui kunjungan ke rumah.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian yang terjadi sebelum ledakan.
Keberadaan kamera CCTV di area SPPG diharapkan dapat membantu proses penyelidikan.
Penghentian sementara operasional SPPG Medali menjadi langkah penting setelah insiden tersebut. Selain menunggu proses penyelidikan, kondisi bangunan dan area dapur juga perlu dipastikan aman sebelum kembali digunakan.
Dengan demikian, aktivitas pelayanan di SPPG Medali untuk sementara tidak berjalan sampai ada keputusan lebih lanjut dari pihak terkait.






































