Dalam proses pemakaman, bayi tersebut diberi nama Muhammad Gatra oleh Kepala Desa Pesanggrahan Mohammad Afif

InilahMojokerto.com — Misteri penemuan jasad bayi laki-laki yang terkubur di pekarangan rumah warga Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mulai menemui titik terang.

Polisi kini mengintensifkan pemeriksaan sejumlah orang yang diduga mengetahui peristiwa tersebut. Dua mahasiswa, masing-masing berinisial MKM (22), warga sekitar lokasi penemuan, dan MS (21), warga Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, disebut berkaitan dengan perkara tersebut.

MS diketahui masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu universitas di Gresik. Keduanya diduga memiliki hubungan dekat dan kini menjadi bagian dari penyelidikan polisi untuk mengungkap asal-usul serta pihak yang bertanggung jawab atas jasad bayi yang ditemukan terkubur tersebut.

Kepala Desa Pesanggrahan, Mohammad Afif, mengatakan proses pemeriksaan oleh kepolisian masih berlangsung. Aparat sebelumnya telah meminta keterangan dari empat orang saksi, termasuk penghuni rumah tempat jasad bayi ditemukan dan seorang tetangga.

“Satu saksi sudah dipanggil lagi untuk dimintai keterangan oleh polisi. Dua saksi, yakni pasangan suami istri pemilik rumah, sudah terlihat pulang. Namun satu saksi, anak dari pemilik rumah, belum terlihat berada di rumah,” kata Afif, Jumat (14/8/2026).

Afif mengaku belum mengetahui secara pasti status hukum maupun apakah saksi tersebut telah dilakukan penahanan oleh kepolisian.

Pemanggilan terhadap anak pemilik rumah disebut telah dilakukan sejak Selasa (10/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Namun hingga Jumat (14/8/2026), yang bersangkutan belum terlihat kembali ke kediamannya.

“Untuk status hukumnya saya belum tahu pasti, termasuk apakah dilakukan penahanan atau tidak,” ujarnya.

Sebelumnya, jasad bayi laki-laki ditemukan terkubur di area samping sumur yang berada di pekarangan rumah pasangan Muhammad Irham (52) dan Rochannah (44).

Penemuan tersebut kemudian memicu penyelidikan intensif Satreskrim Polres Mojokerto untuk mengungkap identitas orang tua bayi sekaligus kronologi hingga jasad bayi tersebut berada di lokasi.

Dalam proses pemakaman, bayi tersebut diberi nama Muhammad Gatra oleh Kepala Desa Pesanggrahan.

Kapolsek Kutorejo AKP Sugeng Hariyanto membenarkan perkara penemuan jasad bayi tersebut kini ditangani langsung oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

Kanit UPPA Satreskrim Polres Mojokerto Ipda Pipin Ardiansyah juga membenarkan bahwa penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.

“Benar, masih dalam tahap pemeriksaan terhadap satu saksi. Belum bisa menentukan penetapan status tersangka maupun penahanan. Masih menunggu petunjuk dan perintah Kasatreskrim,” kata Pipin.

Dengan demikian, dugaan keterlibatan dua mahasiswa tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan. Polisi belum menetapkan tersangka dalam perkara ini.

Penyidik masih mendalami keterangan para saksi serta sejumlah petunjuk untuk memastikan siapa orang tua bayi, bagaimana bayi tersebut meninggal, dan siapa yang bertanggung jawab menguburkan jasadnya di pekarangan rumah warga.

Kasus ini menjadi perhatian warga setelah jasad bayi laki-laki ditemukan terkubur di Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto. Polisi hingga kini masih berupaya mengungkap rangkaian peristiwa tersebut secara menyeluruh.

67

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini