
inilahmojokerto.com – Penanganan korban ledakan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, terus dilakukan. Lima orang menjadi korban dalam insiden yang terjadi pada Kamis (13/8/2026) malam tersebut.
Tiga korban merupakan teknisi yang sedang melakukan perbaikan instalasi gas di area dapur SPPG. Ketiganya mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan antara 45 hingga 90 persen.
Plt Kepala Puskesmas Puri, dr Nurul Maslikhanah, mengatakan salah satu korban, Edy Suyanto, harus dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Gatoel, Kota Mojokerto.
“Yang di RS Gatoel tadi pagi korban atas nama Edy dirujuk ke RS Soetomo karena luka 90 persen,” kata Nurul kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Sementara teknisi lainnya, Kwin Lan, masih menjalani perawatan di RS Gatoel. Kwin mengalami luka bakar sekitar 45 persen.
Sedangkan Piter Nando mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Sakinah. Ia mengalami luka bakar sekitar 65 persen dan direncanakan mendapat rujukan ke rumah sakit tipe A.
“Yang di RSI Sakinah itu luka 65 persen. Rencananya mau dirujuk juga, tapi belum tahu dirujuk ke mana,” ujar Nurul.
Selain tiga teknisi, ledakan SPPG Medali juga melukai dua relawan, yakni Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33). Keduanya merupakan warga Desa Medali.
Kedua relawan sempat mendapatkan perawatan di RSI Sakinah. Namun, kondisi mereka dinilai membaik sehingga diperbolehkan menjalani pemulihan di rumah.
Keduanya mengalami luka ringan pada bagian kepala dan tangan.
Meski sudah diperbolehkan pulang, kondisi kedua korban tetap akan dipantau. Tenaga kesehatan Puskesmas Puri akan melakukan kunjungan ke rumah untuk memastikan proses pemulihan berjalan baik.
“Yang rawat jalan, teman-teman (nakes Puskesmas Puri) akan kunjungan ke rumahnya untuk memantau kondisinya,” jelas Nurul.






































