
inilahmojokerto.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mojokerto Puri Medali yang mengalami ledakan dan kebakaran pada Kamis (13/8/2026) malam merupakan salah satu dapur yang memasok makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto.
SPPG tersebut berada di Dusun/Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Dapur ini dikelola Yayasan Anak Cerdas Berkualitas Group dan menjadi tempat produksi ribuan porsi makanan MBG setiap hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, SPPG Medali mampu menyiapkan sekitar 3.700 porsi MBG per hari. Makanan yang diproduksi kemudian disalurkan kepada penerima manfaat sesuai wilayah layanan dapur tersebut.
Kapasitas produksi tersebut membuat aktivitas di dalam dapur cukup padat. Sejumlah pekerja dan relawan terlibat dalam tahapan persiapan hingga pengolahan makanan sebelum didistribusikan.
Aktivitas di SPPG Medali masih berlangsung pada Kamis malam ketika ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat itu terdapat 13 orang di dalam kompleks SPPG. Mereka terdiri dari satu satpam, sembilan relawan bagian persiapan, serta tiga teknisi gas yang sedang melakukan perbaikan di area instalasi gas.
Ledakan kemudian memicu kebakaran dan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan.
Empat ruangan mengalami kerusakan pada bagian atap, yakni ruang pemorsian, ruang omprengan, kantor dan ruang rapat. Sejumlah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut makanan MBG juga tertimpa material bangunan.
Sebagai dapur penyedia makanan MBG, SPPG Medali memiliki aktivitas produksi yang berlangsung secara rutin untuk memenuhi kebutuhan ribuan penerima manfaat.
Setiap hari, sekitar 3.700 porsi makanan disiapkan dari dapur tersebut. Proses produksi melibatkan relawan yang bertugas di bagian persiapan serta pekerja lain sesuai kebutuhan operasional dapur.
Namun, aktivitas produksi tersebut terhenti setelah ledakan dan kebakaran terjadi. Kerusakan bangunan membuat sejumlah bagian dapur harus ditangani terlebih dahulu sebelum dapat kembali digunakan.
Ledakan SPPG Medali juga menyebabkan lima orang terluka. Tiga di antaranya merupakan teknisi gas yang mengalami luka bakar serius.
Ketiga teknisi tersebut yakni Piter (36), Edi Suyanto (55), dan Kwin Lan (48). Salah satu korban disebut mengalami luka bakar hingga sekitar 90 persen.
Dua korban lainnya merupakan relawan SPPG, Maulin Nikmah (35) dan Robiatul Adawyah (33). Keduanya mengalami luka pada bagian kepala setelah tertimpa plafon yang runtuh.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB setelah dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi.
Dengan kapasitas sekitar 3.700 porsi per hari, SPPG Medali memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan makanan MBG di wilayah layanannya.
Namun setelah insiden tersebut, kondisi bangunan dan peralatan dapur perlu diperiksa sebelum aktivitas produksi dapat kembali berjalan.
Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan api telah berhasil dipadamkan. Sementara penyebab pasti ledakan masih menunggu penyelidikan pihak berwenang.
“Alhamdulillah kebakaran sudah berhasil dipadamkan. Mungkin nanti rekan-rekan kepolisian yang akan menyelidiki sebabnya,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan di SPPG Mojokerto Puri Medali masih dalam pemeriksaan.







































