Progres pembangunan jembatan yang berada di atas Sungai Kali Gede, Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, hingga Selasa (11/8/2026) telah mencapai 70 persen.

inilahmojokerto.com – Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap VI di Kabupaten Mojokerto terus dikebut. Jembatan yang menghubungkan dua wilayah desa tersebut kini memasuki tahap pemasangan dan penataan sling baja.

Progres pembangunan jembatan yang berada di atas Sungai Kali Gede, Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, hingga Selasa (11/8/2026) telah mencapai 70 persen.

Pengerjaan dilakukan personel TNI bersama teknisi dan masyarakat secara gotong royong. Sejumlah konstruksi utama juga telah diselesaikan, mulai dari galian dan urugan tanah, pondasi footplat beton K-350, pondasi cyclop batu kali hingga pemasangan angkur dan tiang pylon.

Pada bagian konstruksi baja, pemasangan sling utama berdiameter 1,5 inci dan sling bawah 1 inci telah rampung 100 persen. Sementara sling kait angin berdiameter 1/2 inci telah mencapai 50 persen.

Selain sling baja, pengerjaan lantai jembatan juga terus berjalan dengan capaian sekitar 60 persen.

Pasiter Kodim 0815/Mojokerto mengatakan pembangunan terus dikebut dengan tetap memperhatikan kondisi medan dan keselamatan kerja.

“Pekerjaan terus diarahkan pada penyelesaian konstruksi utama, termasuk pemasangan dan penataan sling baja serta pengerjaan lantai jembatan,” ujarnya.

Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap VI memiliki panjang 60 meter dan lebar 1,2 meter. Jembatan tersebut membentang di atas Sungai Kali Gede yang memiliki lebar sekitar 20 meter.

Kehadiran jembatan ini nantinya akan menghubungkan Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu dengan Dusun Sukosari, Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal.

Akses baru tersebut dinilai penting bagi warga karena dapat memangkas perjalanan menuju wilayah seberang. Selain mobilitas sehari-hari, jembatan juga akan mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Kiptiah (55), warga Dusun Dempel, menyambut pembangunan jembatan tersebut. Ia berharap akses baru itu segera rampung sehingga warga tidak lagi harus memutar dengan jarak yang lebih jauh.

“Saya sangat senang dengan adanya pembangunan jembatan ini. Nanti masyarakat lebih mudah beraktivitas karena tidak perlu lagi memutar jauh,” ungkapnya.

Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap VI diproyeksikan memberikan manfaat bagi sekitar 2.150 jiwa atau 755 kepala keluarga di kedua wilayah.

Selain memperlancar akses warga, jembatan ini diharapkan mampu menunjang kegiatan ekonomi dan pertanian sekaligus membuka konektivitas antardesa di Kabupaten Mojokerto.

3

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini