Ratusan peserta drum dan marching band tingkat TK dan SD tampil meriah saat HUT ke-21 SMK Negeri 1 Jetis di Kabupaten Mojokerto, Minggu (17/5/2026).
Peserta drum dan marching band tingkat TK hingga SD tampil penuh semangat dalam ajang Taraka Open Championship Kacabdin Mojokerto 2026 yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-21 SMK Negeri 1 Jetis, Minggu (17/5/2026).

inilahmojokerto.com – Halaman SMK Negeri 1 Jetis berubah menjadi lautan warna dan irama pada Minggu pagi (17/5/2026). Ratusan anak tampil penuh percaya diri dalam lomba drum and marching band yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-21 sekolah vokasi tersebut.

Sejak pagi, dentuman bass drum berpadu dengan suara snare drum dan bell lyra menggema di area sekolah. Derap langkah para peserta yang mengenakan kostum warna-warni menciptakan suasana meriah sekaligus menghibur para penonton yang memadati arena.

Wajah-wajah polos para peserta tampak ceria memperlihatkan hasil latihan mereka selama berhari-hari. Tidak kalah antusias, para orang tua yang mendampingi juga terus memberi semangat dari pinggir arena.

Sebanyak 31 grup drum dan marching band dari tingkat TK, RA, SD hingga MI asal Mojokerto, Sidoarjo, Jombang, dan Gresik ambil bagian dalam ajang bertajuk Taraka Open Championship Kacabdin Mojokerto Tahun 2026 Drum & Marching Entertainment.

Wajah-wajah polos para peserta tampak ceria memperlihatkan hasil latihan mereka selama berhari-hari. Tidak kalah antusias, para orang tua yang mendampingi juga terus memberi semangat dari pinggir arena

Kelompok TK dan RA mendominasi penampilan sesi pagi. Beberapa peserta yang tampil di antaranya RAM NU 241 Salafiyah Gresik, TK Al Islah Gedeg, TK Bahtera Canggu, TK Bina Putra Puloniti hingga TK Tunas Dharma Bandung Gedeg.

Sementara pada kategori SD dan MI tampil sejumlah sekolah seperti UPT SDN 105 Gresik, MI Miftakhul Huda, MI Balongmojo Gresik, SDN Ngrowo 1, SDN Gunungsari, UPT SDN 111 Gresik, MI Bahrul Ulum, SDN Jetis 1 hingga UPT SDN 97 Gresik.

Berdasarkan hasil penilaian panitia, SDN Jetis 1 berhasil menjadi juara Divisi SD Utama dengan nilai total 87,1. Posisi kedua ditempati UPT SDN 97 Gresik dengan nilai 81,7.

Pada Divisi SD Pemula, MI Bahrul Ulum keluar sebagai juara pertama dengan nilai 86, mengungguli SDN Gunungsari dan UPT SDN 111 Gresik. Sedangkan di Divisi SD Kompetisi, MI Sabilul Muttaqien sukses menjadi juara umum dengan nilai 83,2.

Untuk kategori TK Utama, TK DW Mojolebak mencatat nilai tertinggi dengan skor 87. Sementara Divisi TK Pianika dimenangkan TK DWP Kedungsari dengan nilai 86,3.

Ajang ini memperebutkan trofi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Mojokerto Tahun 2026 sekaligus menjadi sarana branding sekolah kepada masyarakat.

Humas SMK Negeri 1 Jetis, Syamsul Hadi, mengatakan konsep lomba anak dipilih agar sekolah lebih dekat dengan masyarakat.

“Kalau menggelar event anak-anak, tentu akan didampingi orang tuanya. Dengan begitu masyarakat mengenal sekolah kami lebih dekat dan punya kesan yang membekas,” ujarnya.

Tak hanya menjadi ajang hiburan dan kreativitas, kegiatan tersebut juga memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekolah. Sejumlah stan jajanan tampak ramai dipadati pengunjung, sementara siswa jurusan Desain Komunikasi Visual memasarkan kaos hotprint bergambar foto pemesan secara langsung.

Di pintu masuk, siswa juga terlihat melayani penjualan tiket masuk seharga Rp10 ribu per orang.

Kepala SMK Negeri 1 Jetis, Dwi Fendi Dadang Adrianto, mengatakan sekolahnya saat ini memiliki delapan kompetensi keahlian, mulai teknik elektronika industri, teknik permesinan, teknik pengelasan, teknik sepeda motor, teknik audio video, teknik kendaraan ringan, teknik bodi kendaraan ringan hingga desain komunikasi visual.

Tahun 2026, sebanyak 516 siswa dinyatakan lulus. Sembilan siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi, di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, Politeknik Negeri Banyuwangi, dan Universitas Trunojoyo Madura.

Selain itu, sebanyak 77 siswa yang sebelumnya menjalani program magang langsung diterima bekerja. Bahkan lima siswa berhasil bekerja di Jepang dari jurusan elektronika industri, teknik pengelasan, teknik permesinan, dan desain komunikasi visual.

Dentuman drum pagi itu akhirnya bukan sekadar hiburan. Di balik irama yang dimainkan anak-anak tersimpan semangat pendidikan, kreativitas, dan harapan masa depan. (kim)

3

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini