
inilahmojokerto.com – Woodball mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 2006. Saat itu olahraga ini diperkenalkan oleh sejumlah akademisi olahraga dan praktisi yang melihat potensi woodball sebagai cabang olahraga prestasi sekaligus rekreasi.
Perkembangan woodball di Indonesia kemudian semakin terorganisasi dengan berdirinya Indonesia Woodball Association (IWbA).
Organisasi ini menjadi wadah resmi pembinaan atlet dan pengembangan kompetisi woodball nasional.
Dalam waktu relatif singkat, woodball berkembang di berbagai daerah, terutama di lingkungan kampus, sekolah olahraga, hingga komunitas masyarakat.
Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, dan Sumatera Utara menjadi beberapa daerah yang aktif mengembangkan cabang olahraga ini.
Indonesia mulai rutin mengikuti kejuaraan internasional dan berhasil meraih prestasi di tingkat Asia Tenggara maupun dunia. Bahkan, atlet-atlet Indonesia beberapa kali menyumbangkan medali pada ajang SEA Games.
Berkembang di Jawa Timur
Di Jawa Timur, perkembangan woodball tergolong cukup pesat. Banyak daerah mulai membentuk klub dan melakukan pembinaan atlet usia muda.
Kejuaraan regional hingga nasional pun rutin digelar untuk menjaring bibit atlet potensial.
Prestasi atlet woodball Jawa Timur mulai mendapat perhatian saat mampu meraih medali pada PON Aceh-Sumut 2024. Bahkan beberapa atlet Jatim dipercaya memperkuat kontingen Indonesia di SEA Games Thailand 2025.
Kini woodball tidak lagi dipandang sebagai olahraga baru yang asing. Dengan karakter permainan yang santai namun kompetitif, olahraga ini mulai diminati berbagai kalangan, mulai pelajar hingga masyarakat umum.
Selain menjadi olahraga prestasi, woodball juga berkembang sebagai olahraga rekreasi yang menekankan kebersamaan, ketelitian, dan sportivitas.
(anto)









































