Kota Mojokerto menorehkan sederet capaian membanggakan menjelang usianya yang ke-108 tahun. Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Mojokerto,
Di hadapan anggota dewan, unsur Forkopimda, instansi vertikal, dan tokoh masyarakat, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan perkembangan pembangunan yang telah dicapai Kota Mojokerto hingga pertengahan tahun 2026.

inilahmojokerto.com – Memasuki usia ke-108 tahun, Kota Mojokerto menunjukkan sejumlah indikator pembangunan yang terus bergerak positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan menurun, dan ratusan penghargaan berhasil diraih dalam beberapa tahun terakhir.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Mojokerto dalam rangka Hari Jadi Kota Mojokerto ke-108 yang digelar di ruang sidang utama DPRD Kota Mojokerto, Jumat (19/6/2026).

Di hadapan anggota dewan, unsur Forkopimda, instansi vertikal, dan tokoh masyarakat, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memaparkan perkembangan pembangunan yang telah dicapai Kota Mojokerto hingga pertengahan tahun 2026.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Ita itu, peringatan hari jadi daerah seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi terhadap hasil pembangunan sekaligus penyusunan langkah strategis untuk masa depan.

“Momentum hari jadi ini menjadi kesempatan untuk melihat sejauh mana pembangunan telah berjalan dan apa yang harus terus diperbaiki agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang terus menunjukkan tren peningkatan. Setelah berada di angka 2,79 persen pada 2023, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,32 persen pada 2024 dan kembali naik menjadi 5,34 persen pada 2025.

Di sisi lain, angka kemiskinan juga terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan turun dari 5,77 persen pada 2023 menjadi 5,57 persen pada 2024 dan kembali menurun menjadi 5,05 persen pada 2025.

Ning Ita menilai capaian tersebut tidak lepas dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta perluasan akses layanan publik yang lebih inklusif.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia harus menjadi fondasi utama agar daerah mampu bersaing di tengah perubahan yang semakin cepat.

“Keberhasilan pembangunan harus diukur dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat. Karena itu, program yang dijalankan harus mampu menjangkau seluruh lapisan warga tanpa terkecuali,” katanya.

Selain indikator ekonomi dan sosial, Kota Mojokerto juga mencatat prestasi di tingkat regional maupun nasional. Sejak 2019 hingga 2026, pemerintah kota berhasil mengumpulkan 254 penghargaan dari berbagai bidang.

Pada lima bulan pertama tahun 2026 saja, Kota Mojokerto telah menerima sembilan penghargaan. Beberapa di antaranya penghargaan Kota dengan Kebijakan Toleransi Terbaik, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-12 kali berturut-turut, serta Top Digital Government Regional 2026.

Ning Ita menyebut berbagai penghargaan tersebut bukan sekadar simbol prestasi, melainkan hasil dari kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti menilai usia ke-108 tahun menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam mengawal pembangunan.

Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kebijakan yang semakin berpihak kepada masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat,” ujar Ery.

Peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto tahun ini mengusung tema “Mojokerto Berdaya, Rakyat Sejahtera, Pembangunan Merata”, yang mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga. (adv)

9

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini