Gerakan Pangan Murah di Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, membantu warga mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan inflasi.

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi. Kali ini kegiatan berlangsung di Balai Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Rabu (29/7/2026).

Sejak pagi, puluhan warga, terutama ibu rumah tangga, memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Suasana balai desa tampak ramai, tidak hanya oleh aktivitas jual beli, tetapi juga kegiatan masyarakat lainnya.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dispari Kabupaten Mojokerto, Nur Aisih, mengatakan Desa Gunungan dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena termasuk satu dari 22 desa rawan pangan di Kabupaten Mojokerto.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini kami ingin memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan pengendalian inflasi,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bulog Cabang Mojokerto dan PT Gempolkrep sebagai produsen gula. Beragam komoditas pokok disediakan, mulai dari beras, gula, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih hingga cabai.

Harga yang ditawarkan cukup menarik minat warga. Beras premium kemasan lima kilogram dijual Rp72 ribu, gula pasir Rp15.500 per kilogram, sedangkan telur ayam dijual Rp23.500 per kilogram.

Selain kebutuhan pokok, panitia juga menyediakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Minuman herbal seperti sinom dan beras kencur dalam kemasan botol 300 mililiter dijual Rp7.000, sementara peyek dipasarkan seharga Rp10.000 per bungkus. Produk-produk tersebut juga laris dibeli masyarakat.

Kepala Desa Gunungan, Sadi, S.Pd., M.M., S.I.P., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang memilih desanya sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama di tengah fluktuasi harga pangan.

“Terima kasih kepada pemerintah karena Gerakan Pangan Murah ini sangat membantu warga kami mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Sadi menjelaskan, Desa Gunungan memiliki empat dusun dengan jumlah penduduk sekitar 3.000 jiwa. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani padi, jagung, dan tembakau sehingga program stabilisasi harga pangan dinilai sangat bermanfaat bagi ekonomi keluarga.

Melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar secara berkala, Pemerintah Kabupaten Mojokerto berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, distribusi pangan berjalan lancar, serta laju inflasi daerah dapat terus dikendalikan. (adv-kominfo)

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini