Pemkot Mojokerto menggelar Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat bertema "Ibu Hamil Cerdas, Bayi Sehat" dengan edukasi kehamilan dan fasilitas pemeriksaan USG bagi 90 ibu hamil.

inilahmojokerto.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita menegaskan pentingnya edukasi kesehatan bagi ibu hamil untuk mencegah kematian ibu dan bayi sekaligus menekan angka stunting. Upaya preventif tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat dan mencetak generasi sehat.

Pesan itu disampaikan Ning Ita saat membuka Kampanye dan Penggerakan Masyarakat untuk Hidup Sehat bertema “Ibu Hamil Cerdas, Bayi Sehat” di Sentra IKM Batik Maja Bharama Wastra, Selasa (3/11/2026).

Menurut Ning Ita, pencegahan kematian ibu dan bayi menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pembangunan kesehatan yang terus dievaluasi pemerintah pusat. Karena itu, pengetahuan dan kesadaran ibu hamil mengenai kesehatan selama kehamilan hingga persalinan harus terus diperkuat.

“Nah karena kita dinilai oleh pemerintah pusat kinerja kita, maka salah satunya yang menjadi tolak ukur kinerja kita adalah jangan ada bayi yang meninggal. Jangan ada ibu melahirkan, meninggal. Nah makanya panjenengan diberi ilmu. Ini bagian dari upaya mencegah atau preventif,” tegas Ning Ita.

Selain keselamatan persalinan, Ning Ita juga menekankan pentingnya pemenuhan nutrisi sejak bayi masih berada dalam kandungan. Menurutnya, kesehatan ibu dan kecukupan gizi menjadi fondasi utama dalam mencegah stunting serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Makanya dari dalam kandungan bayi itu harus sehat. Kalau pun lahir juga diberikan nutrisi untuk tumbuh kembang sehat. Jangan sampai ada yang stunting,” pesannya.

Kampanye kesehatan tersebut menghadirkan Konsultan Fetomaternal RSUD dr. Soetomo, dr. Nareswari Imanada Cininta Marciantoro, Sp.OG., Subsp.K.F.M., serta melibatkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan POGI Cabang Surabaya Komisariat Mojokerto.

Sebanyak 90 ibu hamil mengikuti kegiatan tersebut. Selain memperoleh edukasi kesehatan, peserta juga mendapatkan fasilitas evaluasi ultrasonografi (USG) untuk mendukung pemantauan kondisi kehamilan.

Upaya edukasi dan pencegahan yang terus digencarkan Pemkot Mojokerto menunjukkan hasil positif. Hingga Oktober 2026, Kota Mojokerto mencatat nol kasus kematian ibu (AKI) dan prevalensi balita stunting sebesar 0,81 persen.

Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Ning Ita bersama Pemkot Mojokerto dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Bahkan, usia harapan hidup warga Kota Mojokerto kini mencapai 76,31 tahun.

Melalui penguatan edukasi kesehatan ibu hamil, Ning Ita berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kehamilan sehat, persalinan aman, dan pemenuhan gizi anak semakin meningkat sehingga kualitas generasi masa depan Kota Mojokerto dapat terus terjaga.

14

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini