Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra meluncurkan inovasi Program CERIA untuk penguatan karakter dan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto.

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto meluncurkan Program CERIA (Cerdas, Empati, Religius, Inovatif, dan Aktif) sebagai inovasi pendidikan untuk membentuk generasi muda yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter kuat. Program ini disiapkan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Peluncuran yang diinisiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto tersebut dilakukan Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra di Pendopo Graha Maja Tama, Jumat (6/11/2026).

Program CERIA mengusung lima nilai utama yang menjadi landasan pembentukan karakter siswa. Tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, pendekatan ini juga menekankan empati, nilai religius, kreativitas, serta keaktifan siswa dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan mutu pendidikan harus mendapat perhatian yang sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.

“Investasi yang mahal bagi kami adalah investasi pendidikan. Memang tidak bisa dirasakan sekarang, karena anak-anak yang kita didik saat ini masih berproses untuk mengembangkan diri, meraih mimpi, dan cita-citanya,” ujarnya.

Menurutnya, kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk mempersiapkan generasi masa depan. Pembentukan karakter harus dimulai sejak dini melalui lingkungan sekolah, dengan guru berperan sebagai teladan bagi peserta didik.

“Tidak cukup hanya pintar, tapi anak-anak kita harus memiliki karakter yang kuat. Karakter itu harus dimulai di bangku sekolah sejak dini. Guru harus menjadi teladan dan contoh bagi anak didiknya,” tegasnya.

Untuk menerjemahkan lima nilai CERIA ke dalam kegiatan pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto turut meluncurkan sembilan inovasi pendukung.

Program tersebut meliputi Panen Ceria yang mengajak siswa belajar bercocok tanam, budidaya ikan, dan peduli lingkungan. Ada pula Lentera Majapahit dan Modul Kokurikuler Majapahit yang mengenalkan sejarah serta kebesaran Kerajaan Majapahit sebagai bagian dari identitas daerah.

Inovasi lainnya mencakup Eco-mind, SIGAP (Sistem Informasi Gerakan Absensi Pintar), PKK Peduli Pendidikan Zero ATS untuk mendorong penanganan anak tidak sekolah, Gemahafiz, Inovasi Guru, serta program 5 Menit untuk Indonesia melalui kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari menjelaskan, sembilan inovasi tersebut memiliki tahapan pelaksanaan berbeda. Sebagian sudah berjalan dalam skala terbatas, sementara lainnya masih dalam tahap awal pengembangan.

“Setelah peluncuran ini, kami akan melaksanakan pengembangan secara bertahap melalui sekolah-sekolah percontohan disertai pendampingan, evaluasi, dan penyempurnaan,” jelasnya.

Dinas Pendidikan juga menargetkan inovasi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan diterapkan di sekolah-sekolah se-Kabupaten Mojokerto.

Melalui Program CERIA, penguatan pendidikan tidak hanya diarahkan pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian sosial, kreativitas, dan kecintaan terhadap lingkungan serta daerah.

5

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini