
inilahmojokerto.com – Kiprah perempuan asal Mojokerto kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Umi Hasanah, guru SMAN 2 Mojokerto, berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Perempuan Indonesia Creative Award 2026 di Hotel Atria Magelang, Jawa Tengah.
Tiga penghargaan yang diraihnya meliputi Anugerah Perempuan Penggerak Nilai & Kerohanian 2026, Perempuan Favorit Indonesia Creative 2026, serta Perempuan Teraktif selama rangkaian kegiatan berlangsung. Prestasi tersebut mengantarkan nama Umi Hasanah sekaligus Mojokerto ke panggung apresiasi perempuan inspiratif Indonesia.
Penghargaan yang mengusung tema Women Who Inspire itu diselenggarakan Komunitas Perempuan Indonesia Kreatif dengan dukungan DG Organizer pada Minggu (1/11/2026). Ajang ini memberikan apresiasi kepada perempuan yang dinilai memiliki kontribusi dan dampak positif melalui kiprah sosial, pendidikan, budaya, hingga keagamaan.
Persaingan untuk meraih penghargaan tersebut tidak mudah. Dari 538 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, dewan juri menetapkan 60 nominator terpilih untuk mengikuti proses penilaian dalam sejumlah kategori.
Salah satu kategori yang berhasil diraih Umi adalah Perempuan Penggerak Nilai & Kerohanian. Kategori ini menitikberatkan pada konsistensi perempuan dalam mengamalkan nilai agama, moral, dan akhlak mulia, sekaligus keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi Umi, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan atas kiprah yang telah dijalani. Tiga anugerah itu justru menjadi amanah untuk memperluas pengabdian dan terus menginspirasi perempuan agar berani mengambil peran dalam kehidupan sosial.
“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang pencapaian pribadi, tetapi merupakan apresiasi bagi seluruh perempuan Indonesia yang dengan ketulusan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah terus berjuang, menginspirasi, serta menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat,” ungkap Umi, Kamis (5/11/2026).
Selain menjalankan profesinya sebagai pendidik di SMAN 2 Kota Mojokerto, Umi juga aktif sebagai tim media/IT Muslimat NU Kota Mojokerto. Keterlibatannya dalam organisasi tersebut menjadi bagian dari kiprah dalam mendukung kegiatan sosial-keagamaan serta menyebarluaskan nilai-nilai positif kepada masyarakat.
Ia menyadari, penghargaan di tingkat nasional membawa tanggung jawab moral yang lebih besar. Menurutnya, penguatan nilai spiritual, advokasi, dan gerakan sosial di tengah masyarakat membutuhkan konsistensi serta keterlibatan banyak perempuan.
“Menerima tiga anugerah di ajang Women Who Inspire ini adalah sebuah amanah besar. Ini menjadi pengingat bahwa kerja-kerja sosial, advokasi, dan religi kita di akar rumput sama sekali belum selesai,” tegasnya.
Umi juga mengajak perempuan Indonesia untuk membangun kebersamaan, memperkuat kolaborasi, serta menciptakan lingkungan yang saling mendukung. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting bukan hanya dalam keluarga, tetapi juga dalam membentuk karakter generasi dan mendorong perubahan di masyarakat.
“Saya mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk terus bergerak, berkarya, dan menebarkan kebaikan. Jadilah perempuan yang kuat dalam iman, luhur dalam akhlak, cerdas dalam berpikir, serta nyata dalam pengabdian. Mari saling menguatkan, menjaga nilai-nilai spiritual, dan menjadi cahaya perubahan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, serta generasi masa depan,” tuturnya.
Ke depan, Umi berkomitmen menjadikan tiga penghargaan tersebut sebagai motivasi untuk memperluas jangkauan program sosial dan advokasi. Ia berharap semakin banyak perempuan yang tergerak untuk berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
Prestasi Umi Hasanah menjadi bukti bahwa pengabdian yang tumbuh dari lingkungan pendidikan, keluarga, organisasi, dan masyarakat memiliki peluang untuk mendapat pengakuan lebih luas. Dari Mojokerto, kiprahnya kini menjadi bagian dari apresiasi nasional terhadap perempuan yang terus bergerak, berkarya, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.











































