IM.com – Merebaknya penyakit difteri di Jawa Timur dinilai Gubernur Soekarwo sebagai kejadian luar biasa (KLB). Dalam menghadapi anomali tersebut perlu melakukan Outbreak Response Immunization (ORI), pemberian imunisasi massal bagi kalangan anak berusia 1-19 tahun di 38 kabupatan/kota dengan target sebanyak 10.717.765 orang. Imunisasi diberikan sebanyak tiga sesi dengan interval pemberian 5 bulan, didukung anggaran sebesar Rp 98 milyar.

Makna dilakukannya pemberian imunisasi massal ORI, untuk merespon kejadian luar biasa difteri ini sehingga penyakit tidak semakin meluas, dapat memutus penularan difteri, dan terjadi penurunan kasus difteri. “Pelaksanaan imunisasi ini harus benar-benar dikontrol, diberikan selama tiga kali. Dengan demikian, penanganan difteri ini bisa dilakukan dengan tuntas,” pesan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.

“Saya sedih melihat hal ini, sebuah anomali ketika berbagai hal yang baik terjadi di Jatim, misalnya pendapatan masyarakat yang meningkat tajam dan berbagai fasilitas kesehatan tersedia, tapi ada hal lainnya yang membuat kaget kita, yakni permasalahan penyakit difteri ini,” tutur Pakde saat memimpin Rapat Koordinasi Pemantapan Outbreak Response Immunization Difteri se-Jawa Timur di Kantor Dinas Kesehatan Prov. Jatim Jl. A Yani Surabaya, Rabu (17/1/2018).

Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga mengharapkan dilakukannya penelitian penyebab anomali tsb, termasuk angka ibu hamil dan anak yang cukup tinggi. “Misalnya, apakah ibu meninggal karena clamsia dan preclamsia. Juga anaknya meniggal karena kurang gizi yang diaebabkan ditinggal ibunya bekerja,”ujarnya.


Di Jawa Timur, kasus difteri tertinggi terjadi di Sampang, Gresik, Nganjuk, Pasuruan, Surabaya, yakni kasus lebih dari 21 penderita. Sementara itu, daerah dengan kasus antara 10-20 penderita berada di Bojonegoro, Sidoarjo, Jombang, Batu, Kota Malang, Kab. Malang, Lumajang, Kab. Blitar, dan Kota Blitar.

Lebih lanjut Pakde menuturkan, salah satu langkah yang dilakukan, Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran Outbreak Response Immunization (ORI) dengan 82 persen untuk operasional sesuai kebutuhan kabupaten/kota. Diperkirakan total kebutuhan anggaran untuk menangani difteri sebanyak Rp 98 milyar, dengan pembiayaan sharing. Dari Pemprov sebesar Rp 49 milyar sedang Rp 49 milyar lainnya menjadi tanggungan pemerintah kabupaten/kota se-Jatim.

Sasaran penggunaan anggaran ORI tersebut ditujukan untuk 38 kab/kota di Jatim, dengan target sebanyak 10.717.765 orang, yakni usia 1-19 tahun. “Posisi kita dalam KLB penyakit difteri. Mari kita bergerak bersama menangani difteri,” pinta Pakde Karwo.(kim/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here