Pegunungan Anjasmoro, terpantau dari kawasan Desa Pangi Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto

inilahmojokerto.com – Kebakaran hutan kembali melanda kawasan Gunung Biru di Pegunungan Anjasmoro, Kabupaten Mojokerto. Kobaran api terpantau muncul di lereng pegunungan yang curam dan sulit dijangkau petugas, sementara cuaca panas serta minimnya curah hujan diduga mempercepat penyebaran api.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengatakan titik kebakaran terdeteksi di kawasan Blok Tempuran yang masuk wilayah Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06 Tahura Raden Soerjo.

“Hasil pemantauan menunjukkan titik api berada di salah satu bukit di Gunung Biru yang sulit dijangkau karena medannya berjurang, curam, dan terjal,” kata Agustiningtyas, Rabu (15/7/2026).

Dari kejauhan, terlihat kepulan asap tebal membumbung dari lereng pegunungan. Bahkan, api terpantau muncul di dua titik berbeda yang berjauhan, mengindikasikan area terdampak cukup luas.

Lokasi kebakaran berada di kawasan perbatasan Desa Gumeng dan Desa Begaganlimo, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Medan yang berat membuat upaya pemadaman tidak bisa dilakukan secara cepat seperti di kawasan dataran rendah.

Untuk mengendalikan api, Tahura Raden Soerjo mengerahkan empat regu pemadam menuju lokasi. Satu regu tambahan ditempatkan di puncak Bukit Cendono untuk melakukan pemantauan sekaligus memetakan jalur teraman menuju titik kebakaran.

Selain menerjunkan personel, Tahura juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Jawa Timur, serta kepolisian guna memperkuat upaya penanganan di lapangan.

Kebakaran kali ini terjadi di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering. Berdasarkan prakiraan cuaca, suhu udara di Mojokerto pada siang hari mencapai 32 derajat Celsius dengan suhu yang dirasakan bisa menyentuh sekitar 35 derajat Celsius. Rendahnya kelembapan udara serta minimnya peluang hujan membuat vegetasi hutan lebih mudah terbakar.

Kondisi tersebut menyebabkan rerumputan dan semak belukar cepat mengering sehingga api dapat merambat dengan lebih cepat, terutama di kawasan pegunungan yang dipenuhi vegetasi kering saat musim kemarau.

Gunung Biru sendiri merupakan puncak tertinggi di gugusan Pegunungan Anjasmoro dengan ketinggian sekitar 2.331 meter di atas permukaan laut. Kawasan ini menjadi bagian penting ekosistem pegunungan di Jawa Timur dan habitat berbagai jenis flora maupun fauna.

Peristiwa ini menambah daftar kebakaran yang berulang terjadi di kawasan Anjasmoro. Pada musim kemarau beberapa tahun terakhir, sejumlah lereng pegunungan tersebut juga sempat dilanda kebakaran yang menghanguskan vegetasi hutan.

Hingga Rabu petang, petugas masih melakukan pemantauan dan upaya pengendalian untuk mencegah api meluas ke area konservasi yang lebih luas.

23

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini