Satlantas Polres Mojokerto menggelar program Polantas Menyapa di SMK Asy-Syarif dengan edukasi tertib lalu lintas dan pencegahan bullying bagi pelajar.

inilahmojokerto.com – Keselamatan berlalu lintas dan pencegahan perundungan menjadi dua isu yang mendapat perhatian serius dari Polres Mojokerto. Melalui program “Polantas Menyapa”, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto turun langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi kepada para pelajar.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk bimbingan dan penyuluhan (Binluh) tersebut berlangsung di Aula SMK Asy-Syarif, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/7/2026), dan diikuti ratusan siswa bersama para guru.

Dalam kegiatan itu, para pelajar tidak hanya mendapat pemahaman tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai bahaya perundungan atau bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan.

Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Bernardus Bagas Simarmata, mewakili Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menciptakan generasi muda yang disiplin, aman, dan berkarakter.

“Tujuan kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kepatuhan pelajar terhadap aturan lalu lintas guna menekan angka kecelakaan, tetapi juga menanamkan nilai saling menghargai sehingga lingkungan sekolah terbebas dari perundungan,” ujarnya.

Menurut Bagas, fenomena bullying yang terjadi di sekolah perlu mendapatkan perhatian bersama karena dapat berdampak serius terhadap perkembangan mental dan masa depan siswa.

Karena itu, personel Satlantas memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari tindakan fisik, verbal, hingga perundungan di ruang digital atau cyberbullying.

“Para siswa kami ajak memahami dampak buruk bullying, baik bagi korban maupun pelaku. Harapannya mereka dapat membangun budaya sekolah yang lebih sehat, aman, dan saling menghormati,” katanya.

Selain itu, materi keselamatan berlalu lintas juga menjadi fokus utama. Para pelajar diberikan edukasi mengenai pentingnya menggunakan helm standar, mematuhi rambu lalu lintas, serta memahami risiko berkendara tanpa memperhatikan aturan keselamatan.

Bagas menilai penggabungan edukasi tertib berlalu lintas dan antiperundungan menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter remaja sejak dini.

“Disiplin di jalan dan menghormati sesama di lingkungan sekolah merupakan nilai yang saling berkaitan dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Kegiatan yang mengusung semangat “Polres Mojokerto Polisi Rakyat” itu mendapat respons positif dari peserta. Ratusan siswa terlihat antusias mengikuti sesi penyuluhan yang disampaikan oleh personel Satlantas Polres Mojokerto, yakni Ipda Suliyadi, Aipda Fajar Sumpono, Briptu Dhea Hariyanti Ningrum, dan Bripda Aisha Evelyna.

Melalui program Polantas Menyapa, Polres Mojokerto berharap edukasi yang diberikan tidak hanya meningkatkan kesadaran berlalu lintas, tetapi juga menumbuhkan budaya saling menghargai di kalangan pelajar sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

4

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini