Ibu-ibu warga Desa Sawo belajar gamelan Jawa

IM.com – Warga Desa Sawo Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto kiranya boleh berbangga. Kini telah terbentuk sebuah sanggar yang menjadi wadah melestarikan kesenian kearifan lokal.

Klampis Ireng, itu nama sanggar yang resmi dibentuk pada Rabu (26/07-2017). Sanggar gamelan ini, dibentuk oleh Muliadi, Soleh, Kusdianto dan Bandrio.“Sanggar Klampis Ireng ini untuk melestarikan budaya Jawa khusus di Desa Sawo,” jelas Muliadi.

Sementara, nama Klampis Ireng, kata Kusdianto, mencuplik dalam cerita perwayangan, sebuah desa yang ditempati Semar Badroyono Dewa yang mengejowantah sebagai pelindung pegayom dan pemelihara.

Agar terus berkembang, lanjut Muliadi, pihaknya mengajak warga desa turut menjaga keutuhan sangar Klampis Ireng. Termasuk menjadi anggota dan belajar uri-uri Jawa yang diwariskan para leluhur.


Sementara bagi warga yang ingin menjadi anggota, kata Mulyadi cukup membayar iuran Rp 2 ribu setiap kali pertemuan. “ Dana tersebut untuk tumpengan yang kami selenggarakan setiap malam Jumat Legi,” ujarnya.

Muliadi menjelaskan, pihaknya juga mengenalkan budaya gamelan Jawa kepada generasi muda melalui sekolah yang ada sekitar Desa Sawo.Ia berharap dengan pengenalan dini kepada generasi muda maka generasi muda tidak kehilangan jatidiri sebagai orang Jawa.

Seiring perjalanannya, Sanggar Klampis Ireng mulai diminati warga untuk belajar gamelan maupun budaya Jawa. “Awal saya bergabung di sini belum bisa memainkan gamelan, kini sudah mulai bisa,” tutur Winarsih warga Dusun/Desa Sawo.(mg2/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here