Kopas Bransa SMAN 1 Mojosari
Personil Kopas Bransa – SMAN 1 Mojosari berpose bersama usai menjadi Juara I Bina di LKBB Sangkur Se-Jawa Timur

IM.com – Pasukan pengibar bendera (Paskibra) SMAN 1 Mojosari mengukir prestasi gemilang. Peleton Satria Bimantara Paskibra SMAN 1 Mojosari mampu bertengger sebagai Juara I Kategori Bina. Prestasi gemilang itu diraih pada event Lomba Kreasi Baris Berbaris (LKBB) Sangkur Se-Jawa Timur yang digelar SMA Tri Murti Surabaya.

Tim Paskibra SMAN 1 Mojosari yang biasa disebut Kopas Bransa, memang butuh perjuangan keras untuk mencetak prestasi gemilang. Berbekal tekad, semangat dan latihan yang tak kenal lelah, akhirnya Kopas Bransa pun mampu torehkan prestasi gemilang tingkat Jawa Timur. Hal itu terungkap dari sedikit cerita dari anggota Kopan Bransa yang juga turut tampil.

Adalah Candra Kurniawan (XI.IPA.5) yang sempat menceritakan pada inilahmojokerto.com seputar perjalanan Kopas Bransa dalam meraih prestasi. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras semua anggota Paskibra SMAN 1 Mojosari. Bahkan, baru kali pertama ini Kopas Bransa mampu menggondol juara dari Surabaya.

“Selain menambah pengalaman dalam berkompetisi, prestasi yang kita raih merupakan pertama kali diraih pada lomba di Surabaya. Tentu saja prestasi itu dapat kita raih karena kedisiplinan dan latihan keras sebagai persiapan sebelum lomba. Ditambah lagi motivasi dari para alumni yang tak pernah henti,” ujar Candra yang juga menyatakan bila peleton kelas X pun sudah persiapan untuk mengikuti lomba di Sidoarjo bulan November 2018 ini.


Menurut Candra, kegigihan anggota Kopas Bransa dalam berlatih, tak terlepas pula dengan materi latihan yang diberikan pelatihnya. “Bang Toriq sangat telaten, sabar, dan jeli dalam melatih kita. Motivasi itulah yang kian membuat kami lebih bersemangat,” imbuhnya.

Atas capaian prestasi yang diraih Tim Paskibra itu, Kepala SMAN 1 Mojosari, Suyono, S.Pd., M.M.Pd. merasa sangat senang dan patut bersyukur. Apa yang diraih anggota Kopas Bransa merupakan bukti kian berkembang dan semakin solitnya pembinaan kesiswaan di sekolahnya. Bagaimana pun, potensi peserta didik harus dapat dicermati dan dibimbing agar mampu meraih prestasi maksimal.

“Saya hanya bisa berterima kasih kepada seluruh jajaran pembina kesiswaan, pelatih Paskibra, dan seluruh anggota Paskibra yang turut bertanding. Prestasi yang mampu diraihnya merupakan bukti bila Paskibra di sekolah kita mampu memberi yang terbaik buat almamaternya. Kondisi ini harus dipertahankan dan diupayakan semakin meningkat,” ucap Suyono optimistis.

Disisi lain, lanjut Suyono, potensi besar di SMAN 1 Mojosari harus dieksplorasi. Keberadaan OSIS dan Ekstrakurikuler adalah satu pintu pembinaan kesiswaan yang sangat strategis. Apalagi dalam hal membentuk kualitas disiplin dan berprestasi, tentunya masih banyak hal lain yang cukup mendesak.

“Anak-anak sudah berlatih maksimal. Oleh karenanya, banyak pihak yang harus bekerjasama. Tentunya semua itu agar anak didik kita mampu mengekspresikan bakat dan minatnya agar mampu torehkan prestasi,” ungkap bapak tiga anak itu dengan mimik wajah serius.(use/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here