Ratusan massa dari Jombang, Mojokerto dan beberapa daerah lain di Jatim menggelar aksi unjuk rasa di Jombang, Jumat (16/11/2018) sebagai bentuk protes keras terhadap tindakan Sandiaga Uno melangkahi makam KH Bisri Syansuri dan komentar Fadli Zon yang menganggapnya bukan masalah penting karena tak berdampak pada bangsa.

IM.com – Warga Kabupaten Jombang kembali bergolak atas tindakan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno yang melangkahi makam KH Bisri Syansuri. Mereka kembali melayangkan protes dan kecaman keras menyusul pernyataan Wakil ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon yang menyebut tindakan Sandi itu bukan sesuatu yang penting untuk disoroti karena tidak berpengaruh pada bangsa.

Alhasil, komentar Fadli itu kembali menyakiti hati warga nahdliyin, khususnya masyarakat Jombang. Sebagai bentuk protes keras, ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Timur merepons pernyataan Wakil Ketua DPR itu dengan menggelar aksi unjuk rasa.

“Tindakan dan ucapan seperti itu tidak pantas dilakukan oleh petinggi negeri seperti mereka, apalagi satunya adalah calon pemimpin bangsa. Kami tak rela negeri ini dipimpin orang yang tak bermoral, yang tak mempunyai etika dan orang yang tak menghargai jasa-jasa pahlawannya,” kata Koordinator Aksi, Muhammad Jali kepada wartawan di lokasi unjuk rasa, Bundaran Ringin Contong, Jombang Kota, Jumat (16/11/2018).

Ratusan massa berasal dari Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Kediri, dan Jombang sendiri. Berbeda dengan unjuk rasa pada umumnya, massa menyuguhkan kesenian Bantengan.

Aksi mereka menyedot perhatian warga Kota Santri. Sembari membentangkan spanduk berisi tuntutan, perwakilan massa berorasi secara bergiliran.

Jali menjelaskan, unjuk rasa ini salah satunya dipicu perilaku Sandi yang melangkahi makam saat berziarah ke tokoh pendiri NU KH Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang beberapa waktu yang lalu.

“Latar belakang aksi ini adalah perilaku Sandiaga Uno yang tidak sopan menurut kami, menurut ulama, menurut masyarakat Jombang khususnya dan umumnya masyarakat Islam di Indonesia. Saniaga seenaknya melakukan hal-hal yang tidak beretika di makam Hadratus Syekh Bisri Syansuri,” tegasnya.

Aksi cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno melangkahi makam pendiri NU KH Bisri Syansuri   di Denanyar, Jombang, tertangkap kamera.

Sejatinya, kemarahan masyarakat berangsur reda setelah mendengar Sandiaga Uno menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Kamis kemarin. Tetapi, emosi masyarakat kembali tersulut dengan komentar ‘santai’ Fadli Zon.

Fadli menyebut masalah melangkahi makam yang dilakukan Sandiaga, tak penting untuk diangkat lantaran tak mendidik bangsa.

“Saya berharap Dewan Kehormatan DPR memanggil Fadli Zon untuk mempertanggungjawabkan ucapannya bahwa ziarah kubur tidak berdampak pada bangsa dan negara,” tandas Jali.

Jali menyebut, aksi protes terhadap Sandiaga dan Fadli Zon bakal meluas hingga ke Jawa Tengah dan Jakarta.

“Jombang adalah awal, gerakan ini akan menasional karena teman-teman di Jawa Tengah dan Jakarta akan menyambut juga gerakan ini. Aliansi Masyarakat Sipil tak sepakat terhadap calon pemimpin yang tak beretika dan tak bermoral,” tuturnya. (tik/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here