Kondisi ruangan di SDN Tempuran, Sooko. Mojokerto yang digenangi air ketinggian sekitar 10 cm. Foto: Martin.

IM.com – Belum surut banjir yang menggenangi tiga desa di Kecamatan Dawarblandong, kemarin (2/5/2019), siang tadi (2/5/2019) giliran Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang terendam air setinggi 10-20 cm. Pihak SDN Tempuran terpaksa meliburkan aktivitas belajar mengajar hari ini lantaran sekolahnya ikut terendam.

“Untuk sementara para siswa diliburkan. Masuk lagi kalau air sudah surut,” kata Caroline Suprobowati, seorang guru SDN Tempuran. Namun bagi para guru SDN Tempuran sibuk mengamankan sejumlah arsip – arsip penting.

Menurut Caroline, banjir yang merendam sekolah tempatnya mengajar diakui paling parah selama tiga tahun belakangan. Banjir di kawasan ini akibat meluapnya Sungai Gunting.

“Sudah langganan kawasan ini terendam banjir meskipun tidak hujan. Namun untuk kali ini paling parah, yang biasanya air banjir tidak pernah merendam ruang kantor kali ini ruang kantor guru ikut terendam,” ujarnya.


Bukan hanya sekolah, banjir juga merendam sejumlah pemukiman penduduk dan lahan pertanian seluas 45 hektare.  Hingga kini, bantuan sudah disalurkan ke warga yang terdampak. Antara lain tiga dus minyak goreng, 15 dus mie instan, satu dus kecap, dua dus sarden serta dua dus bumbu dapur.

“Sekitar 20 rumah warga terdampak banjir,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini. (tin/uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here