Penemuan mayat mengapung di Sungai Brantas (Ilustrasi).

IM.com – Sesosok mayat pria ditemukan mengapung di tepi Sungai Brantas, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, Jumat sore (24/5/2019). Mayat misterius itu ditemukan memakai celana panjang jeans warna biru itu dengan tato di lengan kiri dan  dadanya.

Mayat tersebut kini sudah berada di kamar jenazah RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Pihak kepolisian belum bisa memastikan identitas mayat.

Petunjuk yang dimiliki polisi saat ini adalah dompet warna cokelat milik korban dan ponsel warna putih merk Vivo. Di dalam dompet berisi 2 KTP milik orang lain, sejumlah foto berukuran kecil, kartu ATM BCA, kartu berobat, serta beberapa lembar kertas.

“Saat ini kami masih identifikasi jenazah. Semoga identitasnya segera ditemukan,” kata Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery, Jumat (24/5/2019).

Mayat misterius itu pertama kali Hariono (55), warga Dusun Sidonganti, Desa Ngingasrembyong sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika itu, Hariono yang sedang membersihkan rumput di kebun jagung miliknya yang terletak di bantaran Sungai Brantas, Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko, melihat sesosok mayat dalam posisi tengkurap tersangkut tanaman kangkung di tepi sungai.

“Mayat tersebut tidak pakai baju, hanya celana panjang jeans warna biru tua,” kata Hariono, Jumat (24/5/2019).

Hariono mengatakan, mayat yang sudah terbujur kaku itu menyeruakkan bau tak sedap. Mayat itu diduga sudah meninggal beberapa hari.

Menurut Hariono, terdapat ciri-ciri khusus pada mayat yakni berbadan besar dengan tato di lengan sebelah kiri mayat. Sedangkan di dadanya ada tato tulisan ‘Suhartatik’.

“Juga ada benjolan dan goresan-goresan hitam di punggungnya,” ucapnya.

Setelah memastikan jasad yang mengapung itu sudah tidak bernyawa, Hariono bergegas melaporkannya ke Ketua RT 3 RW 1 Dusun Sidonganti dan diteruskan ke Polsek Sooko. Menurutnya, warga sekitar tak ada yang mengenali mayat pria tersebut.

Kapolsek Sooko, AKP Buanis Yudo memperkirakan, mayat pria itu berusia 30-40 tahun.

“Tidak ada identitas yang melekat di tubuh korban. Umurnya diperkirakan 35 sampai 40 tahun,” katanya. (im)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here