Kementerian Pariwisata RI
Kepala Departemen Bisnis, Fakultas Vokasi, Unair, Sri Endah Nur Hayati saat memberi materi kepada pelaku wisata Desa Bejijong di Sanggar Bagaskara, Sabtu (25/5/2019)

IM.com – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memberikan pelatihan kepada pelaku usaha wisata di Desa Wisata Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Pelatihan yang diikuti 80 pelaku usaha wisata dari warga setempat ini digelar di Sanggar Bagaskara, Sabtu (25/5/2019).

Kasubdit Kemitraan Usaha Masyarakat, Asisten Deputi Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan antar Lembaga, Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Kemenpar RI, Rulita Matsuri Rahma Esa mengatakan pihaknya menggandeng Universitas Airlangga (Unair) Fakultas Vokasi untuk turut membantu meningkatkan sumber daya manusia di desa wisata.

Rulita Matsuri Rahma Esa menyebut pihaknya telah melakukan MoU dengan 58 Perguruan Tinggi di Indonesia. Salah satunya Unair Surabaya.

Salah satu alasan Desa Bejijong yang dipilih, kata Rulita karena punya potensi budaya dan sejarah yang belum tentu dimiliki desa lainnya dan sangat kental budaya serta sejarahnya. Ada Majapahit dan banyak kawasan candi, itu menjadi modal Desa Wisata Bejijong di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.


“Desa Wisata Bejijong merupakan desa wisata berbasis kebudayaan sehingga kebudayaan yang seharusnya ditonjolkan,” ujarnya.

Rulita juga menyampaikan pembinaan seperti ini akan berkelanjutan. Namun nantinya akan ada evaluasi untuk pembinaan selanjutnya. “Kemenpar RI berharap Desa Bejijong bisa menjadi desa wisata yang bisa membuat paket wisata atau yang masyarakatnya berdaya saing dan bekerja membangun desa wisata,” ujar Rulita.

Tujuan pembinaan untuk membangun masyarakat desa memberikan peningkatan kapasitas masyarakat desa lebih berdaya. Kemenpar RI percaya bahwa desa wisata mempunyai manfaat besar bagi masyarakat dan dirasakan sendiri oleh masyarakat langsung.

“Kita harapkan nantinya Desa Bejijong memiliki paket aktivitas seperti apa. Ada Candi Brahu yang bisa ditempuh 15 menit, kemudian mereka harus ngapain. Yang biasanya ke candi something to see, something to by, nah something to do apa? Seperti di Pujon Kidul ada menanam padi. Misal disini menari,” tandasnya.

Apalagi Kemenpar RI menargetkan nantinya ada 2.000 desa wisata yang tersebar di Indonesia. Untuk itu, sejak tahun 2017, Kemenpar RI berkoordinasi dengan provinsi terkait menanyakan potensi desa wisata yang bisa dikembangkan

Sementara Supriyadi Ketua Sanggar Bagaskara, menyampaikan apreasiasi terhadap dukungan yang diberikan Kemenpar RI dan Unair Surabaya.

Pelatihan bertajuk ‘Pengembangan Desa Wisata melalui Pendampingan dalam Rangka Fasilitasi Pelatihan Masyarakat Desa Wisata’ diikuti 80 orang warga pemilik homestay, guide lokal, pelaku industri kreatif berbasis wisata, lembaga desa wisata dan lainnya.

Supriyadi sangat berharap potensi dan peluang ini bisa menjadi perhatian pemerintah desa. Bahkan bisa menjadi program unggulan pemerintah desa melalui BumDes. (uyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here