Salah satu bakal calon independen Edi Wiliang (tengah) ketika mengambil formulir pendaftaran Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020 di KPU Kabupaten Mojokerto. Foto: Martin

IM.com – Seorang pengusaha asal Sulawesi Selatan, Edi Wiliang, tergiur untuk terjun di kancah pertarungan memperebutkan kursi Bupati Mojokerto melalui jalur independen. Edi sesumbar sudah siap modal dan memenuhi syarat dukungan 62.338 orang untuk menjadi calon bupati independen.

Kesiapan itu salah satunya ditunjukkan Edi dengan mengambil formulir pendaftaran calon independen di Kantor KPU Kabupaten Mojokerto, Senin (2/12/2019). Mengenakan peci warna merah dan kemeja warna kuning, pria yang dekat dengan kalangan budayawan itu tiba di Kantor KPU, Jalan RAAK Adinegoro No 1-2, Sooko, sekitar pukul 13.00 WIB.

Edi diterima Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif. Dalam kesempatan itu, Edi yang dikenal sebagai pengusaha batu bara itu menerima penjelasan dari komisioner KPU perihal mekanisme terkait pendaftaran calon dari jalur independen di Pilkada Mojokerto 2020.

Usai bertemu komisioner KPU dan mengambil formulir pendaftaran, Edi menjelasan motivasinya ikut bertarung dalamkontestasi Pilkada Kabupaten Mojokerto 2020. Pria yang tinggal di Desa Pohkecik, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto ini mengungkapkan, keinginannya mengubah peta politik dan membawa perubahan di Kabupaten Mojokerto menjadi lebih baik.


“Saya ingin di Mojokerto ada perubahan, itu tujuan utamanya. Karena selama ini hanya orang-orang itu saja yang maju. Saya ingin mengubah Mojokerto ke depannya lebih baik, apalagi sekarang kita di alam demokrasi tidak ada yang melarang,” ujar Edi kepada wartawan.

Karena alasan itulah, Edi mengenakan peci warna merah saat mengambil formulir pendaftaran di kantor KPU. Menurut Edi, warna merah merupakan simbol keberanian.

“Berani memiliki pikiran cemerlang dan kemeja kuning simbol bersikap bijak,” cetusnya.

Edi juga menjelaskan alasannya maju melalui jalur independen karena ingin menyinggung partai politik yang sudah menjadi rahasia umum kerap mematok mahar politik sangat besar. Terlebih, setelah sang calon terpilih dan duduk di kursi kepala daerah, tak bisa lepas dari intervensi parpol pengusungnya.

“Saya ingin memberi pelajaran ke partai. Tidak ada bedanya untuk urusan modal, maju dari jalur independen atau parpol sama-sama butuh modal besar. Kelebihan dari calon independen tidak bisa diatur parpol, ” tandasnya.

Untuk syarat dukungan, Edi juga menyatakan sudah siap. Ia menegaskan dibantu para relawan untuk mengumpulkan dukungan 62.338 orang dalam bentuk fotokopi e-KTP.

“Kami sudah siapkan dengan bantuan para relawan, ” ujarnya.

Lebih lanjut, Edi juga melirik calon wakil bupati dari kalangan perempuan. Namun Edi belum mengungkapkan siapa tokoh perempuan di Mojokerto yang diliriknya.

“Saya ingin wakil dari perempuan. Itu saja dulu,” pungkasnya. (rei/im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here