Inilah truk tangki Fuso nopol L 9634 UK berisi limbah cair PT Hijau Alam Nusantara (HAN), Ngoro, Mojokerto, yang menelan dua korban jiwa karyawan saat proses pembersihan.

IM.com – Polisi mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan kerja yang menewaskan dua karyawan PT Hijau Alam Nusantara (HAN), Ngoro, Mojokerto, Kamis (23/6/2022) malam. Kedua korban diduga mengalami sesak napas karena tidak memakai peralatan safety saat bekerja membersihkan truk tangki berisi sisa limbah cair.

Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar menyampaikan, kejadian ini berawal saat sejumlah karyawan PT HAN membersihkan sisa limbah cair dalam tangki truk Fuso nopol L 9634 UK secara bergiliran. Saat itu ada enam orang yang bekerja.

Saat kecelakaan terjadi, ada tiga pekerja yang mendapat giliran membersihkan tangki. Mereka yakni Muhamad Rizal Said (27), warga Desa Manduro Manggung Gajah, Ngoro; Jauhari (37) asal Desa Sumberejo, Pandaan, Pasuruan dan Mahdi yang belum diketahui identitas lengkapnya.

“Karyawan PT HAN membersihkan tangki itu bergantian. Satu orang yang membersihkan terpeleset di dalam tangki saat masuk, dia pingsan,” katanya pada wartawan, Jumat (24/6/2022).


Naas tak bisa ditolak. Saat hendak keluar untuk beristirahat, Rizal terpeleset hingga terjatuh ke dalam tangki.

Melihat rekan kerjanya terjatuh, Mahdi serta seorang karyawan lainnya, Bambang Arif Purwanto (40), warga Desa Kalidawir, Tanggulangin, Sidoarjo berusaha menolong. Sementara Jauhari berteriak meminta pertolongan.

Avatar Febian Ardiansyah dan Feri Heri Purwanto (37), warga Desa Kenongomulyo, Nguntoronadi, Magetan yang mendengar teriakan itu bergegas ikut membantu.

“Korban yang pingsan duluan (Rizal) sudah bisa dinaikkan ke atas (keluar dari tangki), tapi tiga temannya yang menolong justru masih di dalam tangki,” ungkap Apip.

Tiga karyawan PT HAN yang ikut celaka yakni Avatar, Bambang dan Feri. Ketiganya tak sadarkan diri di dalam tangki karena mengalami sesak napas.

Mereka langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Pasuruan setelah berhasil diangkat dari dalam tangki oleh karyawan PT HAN lainnya. Begitu juga dengan Rizal yang saat itu pingsan.

Sayangnya, nyawa Avatar dan Bambang tidak tertolong. Kedua korban menghembuskan nafas terakhirnya pada malam itu juga. (Baca: Kecelakaan Kerja di PT Han Ngoro, Dua Pekerja Tewas Dalam Tangki)

Sedangkan Rizal dan Feri yang selamat dirujuk ke RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari, Mojokerto untuk menjalani perawatan intensif.

“Korban meninggal dua orang justru yang saat itu berusaha menolong temannya. Kemungkinan meninggalnya karena sesak napas kekurangan oksigen,” ungkap Apip.

Pasca kejadian petugas dari Polsek Ngoro, Satreskrim Polres Mojokerto, dan Inafis Polres Mojokerto bergerak cepat mendatangi lokasi peristiwa di Pabrik Pengolah limbah yang berada di Desa Manduro Manggunggajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Petugas langsung memasang garis polisi di lokasi tersebut dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas juga telah mengambil keterangan dari para pekerja sebagai saksi yang melihat kejadian tersebut dan pihak perusahaan. Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengikuti proses penganan insiden kecelakaan kerja yang menimpa empat pekerja PT HAN.

“Kami sudah melakukan olah TKP, tapi kami belum bisa memastikan sisa limbah cair ini jenisnya dan kandungannya apa. Sampel sudah kami ambil untuk kami periksa,” terangnya

Atas kejadian ini, Apip mengimbau kepada masyarakat maupun para pengusaha meningkatkan keamanan dalam bekerja agar insiden serupa tidak terulang. Terlebih, para pekerja harus lebih berhati-hati dan menyiapkan peralatan safety ditempat-tempat yang beresiko tinggi.

“Masyarakat kami imbau lebih berhati-hati, safety supaya lebih ditingkatkan,” pungkasnya. (cw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here