Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit Adisatria bersilaturahmi dengan pendekar perguruan silat di wilayah hukum Polresta Mojokerto, Jumat (5/8/2022).

IM.com – Polresta Mojokerto berupaya merangkul seluruh elemen untuk memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Tak terkecuali, kelompok perguruan silat yang diundang untuk silaturahmi di aula Prabu Hayam Wuruk, Mapolresta, Jumat (5/8/2022).

Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit Adisatria menyambut kelompok pesilat dan perwakilan perguruan silat gelar. Silaturahmi ini juga menjadi bagian dari implementasi Program Prioritas Kapolri menuju Polri Presisi dalam pemantapan kinerja Pemeliharaan Kamtibmas di Kota Mojokerto.

“Saya ucapkan terimakasih kepada para Ketua Pengurus Perguruan Silat Kota Mojokerto yang menyempatkan hadir untuk kegiatan yang sederhana ini, perlu diketahui Bahwa kemenangan yang terbesar di dapat oleh pendekar adalah menang tanpa merendahkan atau menjatuhkan,” kata Kapolresta Mojokerto AKBP Wiwit Adisatria, membuka forum silaturahmi dengan perguruan silat, Jumat (5/8/2022).

Pendekar yang hadir dalam Silaturahmi bersama Kapolresta Mojokerto di antaranya Ketua Cabang IKS PI Cab. Kota Mojokerto M Afandi, Ketua perguruan Persinas Cab. Kota Mojokerto H Bambang, Ketua Perguruan Merpati Putih Cab. Kota Mojokerto Pulung. Kemudian Ketua Perguruan Tapak Suci Kota Mojokerto H Sugeng, Ketua Pagar Nusa Kota Mojokerto Arif Wahyudi Nur Hidayat, Dewan Pengurus PSHT Cab. Mojokerto dan masing-masing Ketua Ranting PSHT Kota Mojokerto (Jetis, Kemlagi,Gedeg), dan  Perwakilan Pengurus IKS PI Cab Mojokerto dan ranting (Kemlagi,Gedeg).


Wiwit mengajak para pesilat dan perguruan silat untuk menjunjung tinggi menjunjung tinggi harkamtibmas dalam rangka menjaga suasana kondusif di masyarakat. Prinsip itu, lanjutnya, akan menjadi pedoman dalam penanganan setiap perselisihan warga perguruan silat yang terjadi di wilayah hukum Polresta Mojokerto.

“Apapun yang terjadi kaitannya dengan perselisihan perguruan, saya akan menjungjung tinggi prinsip Harkamtibma di Willkum Polresta Mojokerto. Dan jika kejadian yang sudah terjadi, kita jadikan pembelajaran dan kita evaluasi yang mana perlu dibenahi,” tukasnya.

Kapolresta Mojokerto yang juga pendekar silat Perguruan Setia Hati Teratai (PSHT) ini akan mengagendakan turnamen pencak silat. Tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi dan kekompakan antar perguruan.

“Dalam waktu dekat kita laksanakan pertandingan sabung antar perguruan di tingkat Polresta Mojokerto. Mari kita sama – sama menjalin sinergi menciptakan keamanan dan ketertiban serta melestarikan budaya bangsa di Kota Mojokerto.,” cetusnya.

Ketua IPSI Kota Mojokerto H Ach Su’ud mengatakan, jika ditelusuri dari aspek budaya, pencak silat merupakan warisan budaya yang patut dibanggakan. Hal ini dapat dijadikan motto pelestarian  budaya bangsa yang harus dijunjung tinggi para pesilat.

“Kita sebagai pelatih fahamkan kepada bagi anak didik kita untuk memberikan motto kelestarian budaya bangsa. Semoga kedepan prestasi anak didik muda kita semakin eksis di cabang olahraga pecak silat ditingkat Porprov maupun Nasional,” ujar Su’ud. (im)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here