Presiden Joko Widodo beserta rombongan didampingi Wakil Gubernur Jatim Emil Elistanto Dardak dan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati meninjau pabrik bio etanol PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Gempolkrep, Kacamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (4/11/2022).

IM.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka program pengembangan Bio Etanol dari olahan tetes tebu untuk bauran energi terbarukan (EBT) di Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jum’at (4/10/2022). Industri hilir produk sampingan tebu (molasses) diproyeksikan memproduksi etanol dengan kadar 99,5 persen.

Presiden Jokowi tiba di lokasi industri pengembangan Bio Etanol yakni pabrik PT Energi Agro Nusantara (Enero), Gempolkrep, Kacamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto pada pukul 09.45 WIB.  Ia didampingi Menteri ESDM Arifin Tasrif, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Dirut Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, serta Dirut PT Pertamina Nicke Widyawati.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mencanangkan gerakan bioetanol tebu untuk ketahanan energi. Peresmian industri pengembangan Bio Etanol dan gerakan ini ditandai dengan peletakan nozel selang bahan bakar bioetanol ke mesin dispenser oleh Presiden.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim pada pagi ini saya nyatakan dimulainya bioetanol tebu untuk ketahanan energi,” kata Presiden Jokowi.

Dirut Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani dalam paparannya, menjelaskan tentang dua proses produksi Bio Etanol tebu. Awalnya, membuat bioetanol dari tetes tebu atau molase, yakni produk sampingan dari pabrik gula.

“Seperti di PT Enero, tetes tebu dicampur dengan ragi, lalu diencerkan dengan air 10 kali lipat sampai terjadi fermentasi. Selanjutnya campuran tersebut didestilasi menghasilkan etanol. Jalur kedua langsung mengolah nira atau sari tebu menjadi bioetanol,” kata Ghani.

Dimulainya pengembangan bioetanol tebu untuk ketahanan energi diawali dengan kerjasama antara Holding Perkebunan Nusantara PTPN III dengan PT Pertamina. Nota kerja sama ditandatangani direktur utama masing-masing.

Wakil I Menteri BUMN, Pahala Mansury menyampaikan, kerjasama ini bukan hanya untuk ketahanan pangan nasioanal, tapi juga untuk ketahanan energi nasional. Salah satunya terkait penyediaan bioetanol. PT Pertamina bakal membeli semua produk etanol berbahan tetes tebu tersebut.

Sehingga bisa mengurangi impor minyak mentah. Sebab bioetanol bakal dicampur dengan bensin untuk menghasilkan BBM jenis biogasoline atau E5.

“Semuanya (produk) akan diblending (dicampur) oleh pertamina,” ujar Pahala.

Selain Bio Etanol, Pahala berharap, kerjasama antara PTPN dengan Pertamina juga dapat memproduksi bahan bakar lain untuk kebutuhan energi nasional.

“Kerja sama ini, Pertamina diharapkan juga bisa memproduksi bio solar, sustainable aviation fuel atau Avtur yang nanti digunakan di industri pesawat terbang, serta produksi HVO (Hydrotreated Vegetable Oil) untuk ketahanan energi nasional secara keseluruhan.

Sementara ini, PT Enero dapat memproduksi sekitar 30 ribu kilo liter bioetanol perbulan. Ia berharap kedepanya ada penambahan kilang minyak untuk meningkitkan produktifitas.

“Saya berharap kedepannya ada lebih banyak lagi kilang untuk bisa memenuhi kebutuhan indonesia,” tandas Pahala.

Selain mengunjungi area pabrik, Jokowi berserta rombungan juga mengecek langsung area lahan tebu Temu Giring PTPN X di Desa Batankrajan, Gedeg, Mojokerto. (cw)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini