Bupati Ikfina Fahmawati melaksanakan kegiatan program Gelora Cinta dan Pusyangatra di Desa Karang Asem, Kecamatan Kutorejo, Rabu (30/8/2023).

IM.com – Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati terus menggencarkan Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta), dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyangatra). Dua program tersebut menjadi ujung tombak dalam upaya dalam menurunkan angka stunting di Bumi Majapahit.

Program Gelora Cinta dan Pusyangatra digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto di Desa Karang Asem, Kecamatan Kutorejo, pada Rabu (30/8/2023). Kegiatan dihadiri 50 warga yang meliputi ibu hamil, ibu-ibu balita, dan wanita usia subur

Pelaksanaan Gelora Cinta dan Pusyangatra menjadi salah satu program yang selaras dengan program nasional dalam menekan angka stunting tersebut. Pada pelaksanaan kali ini, juga turut dihadiri Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Sugeng Nuryadi, jajaran Forkopimca Kutorejo, dan Kepala Desa Karangasem, Sucipto.

Pada kesempatan itu, Bupati Ikfina Fahmawati  membuka sesi tanya jawab kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan terkait keluarga sejahtera, KB, gizi ibu hamil, dan bahaya stunting. Dalam arahannya, ia menjelaskan, kondisi stunting merupakan ancaman besar bagi negara, karena stunting sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.

“Stunting ini diawali saat kondisi hamil, jadi ibu-ibu yang sedang hamil ini jangan sampai kekurangan gizi, sehingga janinnya juga akan tercukupi gizinya,” jelasnya.

Selain itu, Bupati Ikfina mengatakan kekurangan gizi dan infeksi yang berlanjut pada balita memiliki dampak buruk bagi perkembangan kognitif. Sehingga tingkat kecerdasan mereka di bawah rata-rata.

“Tingkat kecerdasannya 20 persen lebih rendah dari anak kondisi normal,” tuturnya.

Maka, agar bayi mendapatkan gizi yang baik dan tercukupi, Ikfina mengimbau, seluruh orang tua bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan sejak dilahirkan. Karena kandungan ASI sendiri memiliki zat kekebalan tubuh yang membuat bayi tidak gampang sakit.

Ia menambahkan, ketika usia bayi diatas 6 bulan, maka boleh diberikan makanan pendamping.

“Semua orang tua ingin anaknya lebih mulia dari mereka. Tapi itu tidak bisa begitu saja, melainkan harus diupayakan. Baik gizi, stimulasi, dan pengasuhan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi luar biasa,” ujarnya.

Selain itu, ketika ibu sedang kondisi hamil, lingkar lengannya tidak boleh kurang dari 23,5 cm, karena hal tersebut, menjadi tanda minimal kecukupan gizi bagi ibu hamil.

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini