Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mempresentasikan inovasi Pemkot Mojokerto sebagai nominator IGA di ruang Multimedia Gedung B Lantai 2 Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (26/9/2023).

Canting Gula Mojo telah membawa banyak perubahan, impact dan output yang signifikan terhadap jumlah penderita stunting, calon pengantin anemia, dan ibu hamil kek (kekurangan energi kronis) yang berkurang dari waktu ke waktu.

Jumlah calon pengantin anemia mengalami penurunan hingga tersisa 26 perempuan (per Agustus 2023). Ibu hamil KEK mengalami penurunan hingga tinggal 119 ibu (per Agustus 2023). Dan berdasarkan EPPGBM, berhasil membantu menurunkan angka stunting kota mojokerto hingga tinggal 131 balita (2,26 persen) per Agustus 2023,” terang Ning Ita.

Sementara aplikasi Adi Pintar memudahkan guru dalam memotret kemampuan awal peserta didik yang mencakup gaya belajar, minat belajar, serta bakat siswa.

Aplikasi Adi Pintar telah berhasil meningkatkan persentase perencanaan guru dalam penyusunan asesmen, yang semula 68 persen menjadi 98 persen dan pelaksanaannya dari 64 persen menjadi 98 persen. Selain itu, aplikasi ini juga mendongkrak persentase pengevaluasian guru dalam penyusunan asesmen yang semula 62 persen menjadi 99 persen serta persentase kesiapan belajar peserta didik dari 63 persen menjadi 97 persen.

“Poinnya guru sebagai fasilitator, bisa benar-benar merdeka melayani siswa, dan juga sebaliknya, siswa merdeka dalam memperoleh kesempatan belajar,” terang Ning Ita.

Saat ini, Kota Mojokerto memiliki total 176 inovasi, dan berhasil meraih peringkat 1 Kota Terinovatif di ajang Innovative Government Award (IGA) di Tahun 2022. Ning Ita berharap Kota Mojokerto dapat mempertahankan capaian tersebut.

“Harapannya kita bisa mempertahankan peringkat 1 sebagai kota terinovatif se-Indonesia pada IGA tahun 2023 ini,” pungkasnya. (im)

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini