Ketua DPD Partai Golkar Jatim, M. Sarmuji didampingi Ketua DPD Golkar Kabupaten Mojokerto, Winajat usai memimpin rapat konsolidasi pemenangan Prabowo-Gibran, Kamis (7/12/2023).

IM.com – Partai Golkar Jawa Tmur menggenjot perolehan suara signifikan untuk pasangan Prabowo Suabianto-Gibran Rakabuming Raka. Salah satunya, membidik kemenangan besar di wilayah Mojokerto Mojokerto.

Partai Golkar Kabupaten Mojokerto mulai bergerak menggelar rapat konsolidasi untuk merealisasikan target kemenangan signifikan pasangan Prabowo-Gibran. Ketua DPD Partai Golkar Jatim, M. Sarmuji memimpin langsung rapimda di Kantor DPD setempat, Kamis (7/12/2023).

Sarmuji optimistis capres jagoan partai Golkar memenangkan kontestasi pilpres, satu putaran. Tren kenaikan elektabilitas pasangan PS-GR belakang jadi acuan asumsi ini.

“Hasil lembaga survei nasional menunjukkan PS-GR sudah di atas 40 persen. Tinggal beberapa poin lagi dan kita bisa menang satu putaran,“ kata Sarmuji dalam rapimda konsolidasi. Rapat dihadiri Ketua DPD Golkar Kabupaten Mojokerto, Winajat dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Any Mahnunah.

Sarmuji juga mengklaim kemenangan PS-GR di Mojokerto Raya. Namun, dia ingin keunggulan suara dari kandidat lain bisa signifikan.

“Karena itu kita berharap betul masing-masing caleg bisa mensosialisasikan ke masyarakat. Bagaimana pun caleg itu adalah game changer karena mereka punya jaringan dan tim sendiri, kalau diakumulasikan bisa menjadi suara partai besar,” tandas dia.

Secara regional, Anggota DPR RI dapil 6 tersebut mengatakan, pasangan Prabowo-Gibran juga telah memimpin perolehan suara di Jatim berdasar hasil sejumlah lembaga survei. Namun, menurutnya, mesin Partai Golkar akan terus menggenjot perolehan suara di daerah rawan.

Dari pemetaan lumbung suara Partai Golkar, imbuh Sarmuji, kemenangan di daerah Mataraman bisa diperoleh dengan signifikan. Sedangkan di daerah Tapal Kuda, dia mengatakan telah mengantisipasinya dengan sejumlah upaya terutama sejak Amin menjadi challenge.

“Untuk daerah Mataraman, dulu pak Jokowi menang jauh. Tapi saat ini Pak Jokowi dan Prabowo dipersepsikan sebagai satu kesatuan. Jadi yang kita lakukan adalah mentransformasikan suara keduanya agar menambah suaranya pak PS di pilpres 2024,” terangnya.

1
2

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini