
inilahmojokerto.com – Salam sayangku padamu, cucu-cucuku. Saat ini tengah malam dan sangat sunyi. Selama dua puluh empat jam, unsur-unsur bumi, air, udara, dan api naik dan turun setiap tiga jam dengan cara yang tidak kita ketahui.
Ada empat unsur, dalam bentuk ombak-ombak lautan, hembusan angin, panas, dan gemilaunya alam bertambah dan berkurang kekuatannya. Satu kekuatan akan selalu dominan, saat yang lain berada dalam gejolak.
Keadaan dan pergantian tersebut berubah setiap tiga jam. Tatkala energi bumi dominan, daya magnetis, atau gravitasi, mengerahkan kekuatannya. Tetapi tiga jam kemudian, tatkala kekuatan itu mereda, energi air menjadi dominan selama tiga jam berikutnya.
Setelah itu energi udara mengambil alih, berikutnya energi api. Segera setelah siklus tersebut selesai, energi bumi mendominasi lagi, dan pola itu berulang dengan sendirinya.
Selama pergantian tiap tiga jam tersebut, satu unsur mendominasi yang lain, menyebabkan mereka bergolak. Ketika udara mendominasi dan angin berhembus, air bergolak. Ketika air mendominasi dan terjadi pasang, udara menjadi bergolak. Ketika api menjadi dominan, ia memanaskan udara, air, dan bumi. Siklus ini adalah alamiah bagi kehidupan.
Cucu-cucuku, siklus-siklus ini ada dalam diri kita sebagaimana mereka bekerja di dunia seputar kita. Di dalam tubuh kita, mereka ada dan tidak berbentuk; di luar tubuh kita mereka berbentuk. Marilah kita berpikir tentang arti dari semua ini. Karena unsur-unsur di tubuh kita terus mengalami perubahan, kita mengalami perubahan internal.
Seperti pasang surutnya lautan, aliran darah pada tubuh kita juga berubah. Terkadang tidak ada cukup udara. Di saat lain terkadang tidak cukup panas. Terkadang kekuatan air berkurang dalam tubuh kita dan di saat lain terkadang kekuatan pikiran melemah. Maya, atau ilusi, berinteraksi dengan unsur-unsur ini dengan cara yang sama. Ketika ilusi mendominasi, keempat unsur itu dalam keadaan kacau, dan menimbulkan banyak masalah.
Anakku, selama beberapa saat dalam siklus tersebut engkau mungkin merasa damai. Pada saat-saat itu, tidak ada beban dalam otakmu, tidak ada yang mengganggumu, dan engkau tidak merasa cemas. Meskipun engkau mempunyai alasan untuk cemas, engkau melupakannya.
Jika engkau berpikir tentang sesuatu, pemikiran itu lambat laun akan sirna. Dan selama waktu singkat ketika dirimu tidak berpikir tentang apa pun, engkau merasakan kedamaian. Namun, segera ketika tiupan lain merasukimu, engkau tiba-tiba ingat dan merasa cemas lagi.
Ada saat-saat di di tengah malam dan jam dua belas malam, ketika keadaan damai dan keheningan ada di alam serta masa istirahat bagi semua unsur. Pada waktu itu, udara, pohon-pohon, dan semak-semak semuanya diam. Di daerah tropis yang demikian panas tidak ada sesuatu pun yang bergerak, bahkan nafas udara sekalipun.
Terkadang otak dalam keadaan diam. Diri manusia sendiri mungkin tetap diam sejenak pada jam 12 malam. Tangan dan kakinya serta nafasnya mungkin bergerak pelan selama 4 atau 5 menit, apakah tidur atau terjaga.
Baik dalam tubuh dan di dunia sekitar kita, siklus unsur-unsur itu selalu berubah. Jika kita berpikir tentang ini, kita akan memahami mengapa kita mengalami penderitaan dan kesukaran. Kita akan mengenal setiap tekanan dan mengetahui penyebab yang menyebabkan kekacauan bagi yang lain. Ketika udara mulai berhembus dan kemudian berhenti, kita dapat menyadari apa yang sedang terjadi.
Sekali kita telah mengembangkan kesadaran, kita mesti belajar untuk mengatur semua aspek pada lima unsur ini supaya kita dapat menemukan kedamaian. Kita harus menguasai setiap bagian alam dan mengendalikannya ketika alam dalam kekacauan. Setiap bagian yang menyebabkan masalah harus dikontrol dengan sifat dan tindakan Tuhan, cinta dan kasih Tuhan, doa Tuhan dan kearifan-Nya.
Kita harus menyerap kebajikan itu dan menggunakannya untuk mengontrol semua bagian supaya mereka tidak dapat menyerang hati kita. Kita harus senantiasa mengingat kebenaran ini. Kita harus senantiasa mengingat Allah. Dan kita harus mengingat bahwa kekuatan-Nya, qudrat-Nya, ada selamanya. Hanya itulah hal yang tidak pernah berubah.
Unsur-unsur tidak dapat merintangi kita jika kita berada dalam kebajikan dan kebenaran. Jalan kita akan terang dan kita dapat menyusurinya. Tetapi, jika kita membiarkan diri dipengaruhi oleh kekuatan dominan unsur-unsur itu, jalan kita akan tertutup. Setiap unsur dapat merintangi kita pada waktu yang berbeda. Kita harus menyingkirkan segala sesuatu yang merintangi kita dan membuka jalan luas kita kepada-Nya. Hanya kemudian pertalian antara diri kita dengan Tuhan tetap terjaga.
Cahaya mataku yang berkilauan, kasihku untukmu. Dalam rangka mendekatkan diri dengan Tuhan, engkau harus dengan tepat menegakkan kebenaran Tuhan dan pandangan-Nya dalam kearifanmu. Mereka dapat menghancurkan segala sesuatu yang datang untuk menghalangimu dari jalan ini.
Hanya ketika keadaan ini muncul dalam dirimu, maka engkau akan mencapai kedamaian dalam hidupmu. Kedamaian datang dari hubungan langsung dengan-Nya. Dengan kearifan, keyakinan, dan keteguhan hati, buatlah usaha dan melangkah maju di jalan ini. Kemudian engkau dapat berbicara dengan-Nya dengan bertatap muka.
Kasihku padamu, cucu-cucuku, anak-anakku, dan saudara-saudaraku. Semoga Tuhan memberi ridha-Nya kepada kita, qudrat-Nya, kearifan-Nya, sifat-sifat-Nya. Amin. Semoga Dia memberikanmu limpahan rahmat-Nya. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Semoga kedamaian dan berkah Allah kepada kita semua. Amin.
Sumber:
Buku Kebun Ma’rifat Vol.4
Oleh M. Rahim Bawa Muhaiyaddeen









































