Komnas PPLH untuk memperkuat gerakan pelestarian lingkungan berbasis kolaborasi
Pemerintah Kabupaten Mojokerto memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menggandeng Komisi Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (Komnas PPLH). Langkah ini ditandai melalui deklarasi Dewan Pimpinan Daerah Komnas PPLH Kabupaten Mojokerto di Aula Wisata Desa Bumi Mulyo Jati, Kecamatan Dlanggu, Minggu (21/6/2026).

inilahmojokerto.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan menggandeng Komisi Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup (Komnas PPLH). Langkah ini ditandai melalui deklarasi Dewan Pimpinan Daerah Komnas PPLH Kabupaten Mojokerto di Aula Wisata Desa Bumi Mulyo Jati, Kecamatan Dlanggu, Minggu (21/6/2026).

Bertempat di Aula Utama Wisata Desa Bumi Mulyo Jati, Kecamatan Dlanggu, kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya penguatan peran masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui wadah Komnas PPLH.

Dalam sambutannya, Bupati Al Barra menilai keberhasilan pembangunan tidak semata diukur dari banyaknya infrastruktur yang berdiri atau meningkatnya aktivitas ekonomi. Menurutnya, pembangunan yang ideal adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan keberlangsungan lingkungan di masa mendatang.

“Pembangunan dan pemanfaatan yang kita laksanakan tidak hanya mengejar hasil pada hari ini, tetapi juga harus mempertimbangkan keberlanjutan di masa depan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan arah pembangunan Kabupaten Mojokerto yang mengedepankan konsep berkelanjutan. Pemerintah daerah, kata dia, berupaya memastikan bahwa pembangunan infrastruktur, pemanfaatan sumber daya alam, dan pertumbuhan ekonomi berjalan tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

Karena itu, bupati mendorong Komnas PPLH Kabupaten Mojokerto agar tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi mampu menjadi motor penggerak lahirnya berbagai gerakan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara luas.

Ia menilai tantangan lingkungan saat ini tidak bisa ditangani oleh pemerintah semata. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat di tingkat desa.

“Kegiatan pelestarian lingkungan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Al Barra hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono. Kehadiran keduanya menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penguatan gerakan pelestarian lingkungan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Menurut Al Barra keberadaan Komnas PPLH di Kabupaten Mojokerto diharapkan mampu melahirkan program-program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga berharap organisasi tersebut dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kepentingan pembangunan dengan kebutuhan menjaga kelestarian alam, sehingga keduanya dapat berjalan beriringan.

“Saya berharap keberadaan Komite Nasional Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto dapat menjadi penggerak lahirnya berbagai program yang memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

9

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini